jump to navigation

Janji July 8, 2009

Posted by superwid in Jalan.
5 comments

Tadi saya baru menjemput Bapak Simbok saya di stasiun, baru pada pulang dari Bandung. Kan saya sudah janji mau menjemput, jadi meskipun pagi-pagi buta saya musti bangun.

Saya pernah naik pesawat meskipun hanya beberapa jam. Saya juga pernah naik kapal laut meskipun hanya beberapa puluh kilometer. Saya sering naik bus, apalagi untuk perjalanan antar kota antar propinsi. Akan tetapi di antara ketiga alat transportasi tadi, saya lebih menyukai kereta api. Saya posisikan kereta api sedikit di atas bus jika diantara keempatnya harus dibandingkan.

Kereta api eksekutif selayaknya dibandingkan dengan bus eksekutif. Sama-sama nyaman dengan fasilitas kursi yang empuk, full AC, selimut dan makanan gratis. Satu hal yang membedakan keduanya terletak pada jalur yang dilalui. Kereta api melaju di atas rel sedangkan bus di atas jalan.

(more…)

Jalan Tengah June 25, 2009

Posted by superwid in Konfrensi Pers.
2 comments

Belakangan ini saya jadi rajin mengikuti perkembangan situs jejaring sosial yang sedang meledak di Indonesia dan dunia. Pesbuk namanya. padahal sedari awal, jauh sebelum oknum yang mengaku bernama MUI memfatwakan haram bagi pesbuk, saya sudah mengharamkannya terlebih dahulu. Tapi apa daya, akhirnya saya terlena juga oleh kehadiran pesbuk ini, maka fatwa haram saya turunkan, jadi makruh.

Entah besok kalau malah jadi wajib.

Saya bukan orang yang rajin mengikuti perkembangan jaman, jadinya itu pesbuk milik saya hasil bikinan teman saya si Sukiman. Dia yang buat, dia pula yang mengisi profil bahkan untuk edit foto saya juga minta tolong sama dia. Bukannya saya malas, tapi saya memang takut kecanduan pesbuk.

Bagaimana tidak, semacam narkoba itu pesbuk. Setiap saya online di tempat-tempat umum sejauh mata memandang yang nampak adalah layar monitor yang dihiasi corak biru tua khas situs jejaring sosial pesbuk. Sehari saja tidak membuka pesbuk rasanya ada yang kurang seperti orang sakaw. Kalau tidak bisa lewat komputer kan ada ponsel. Online di mana saja.

Apalagi untuk orang-orang yang sudah benar-benar kecanduan pesbuk. Segala kuis diambilnya kemudian ditunjukkan hasilnya di wall, menunggu tanggapan dari teman-temannya. Mengikuti game-game yang ada di pesbuk sampai lupa waktu, lupa makan, lupa teman. Upload foto kemudian di tag sesuka hati tanpa persetujuan orang yang di tag. Kirim-kiriman pesan di wall padahal sama-sama online. Banyak sekali mudharatnya ketimbang manfaatnya, menurut saya.

(more…)

Kuli June 18, 2009

Posted by superwid in Konfrensi Pers.
2 comments

Jadi kuli itu tidak enak.

Setiap hari musti bekerja dengan jam kerja yang sudah ditentukan bahkan kadangkala harus kerja lembur demi memenuhi apa yang diinginkan oleh sang majikan. Mending kalau sang majikan mau tau tentang nasib si kuli, kalau sang majikan menggunakan prinsip tangan besi untuk menjalankan pemerintahannya. Maka hidup bagaikan rakyat miskin yang berada di bawah kepemimpinan seorang diktator.

Lebih enak kalau menjadi majikan sekaligus kuli bagi diri sendiri. Mau tidak kerja ya silakan dengan konsekuensi anak istri tidak bakalan bisa makan nasi dengan layak tiap harinya atau mau bekerja dengan giat dan sepenuh hati dengan jaminan anak istri akan makan nasi dengan layak, luknya pun daging plus ikan-ikanan. Tidak akan kekurangan gizi.

Dan sayangnya saya maih belum bisa menjadi majikan sekaligus kuli bagi diri sendiri. Alhasil saya musti merintis karir sebagai kuli panggilan.

(more…)

Buat.. June 13, 2009

Posted by superwid in Konfrensi Pers.
4 comments

Berhubung saya tidak padai merangkai kata-kata begitu juga dalam memetik gitar, jadi biarlah Dewa 19 yang mewakili.

Sebait nada-nadaku
Bercak cinta tulus suciku
Kupersembahkan
Hanya untukmu

Selamat ulang tahun
Dandani hadirnya masa remaja
Semoga panjang umur
Beri arti jejak masa mudamu

.. yang merasa bulan ini bertambah usianya

Kimia June 12, 2009

Posted by superwid in Konfrensi Pers.
4 comments

Jikalau ada pelajaran yang paling saya hindari sewaktu sekolah dulu, Kimia adalah jawabannya. Bukan tanpa alasan kalau saya mendiskreditkan pelajaran Kimia, banyak aspek yang menjadi pertimbangan saya untuk memasukkan Kimia sebagai salah satu objek yang harus dihindari. Salah satu alasan paling mendasar yakni Kimia menggabungkan dua pelajaran yang termasuk saya kutuk di sekolah : Biologi dan Matematika. Kimia merupakan perpaduan yang menakjubkan antara hafalan Biologi dan perhitungan Matematika. Kombinasi yang mengagumkan antara dua kekuatan ilmiah dan kekuatan logika. Jika tiap ulangan Biologi nilainya tidak pernah lebih dari 5 dan Matematika seringnya di bawah 4, simbiosisnya akan menghasilkan nilai yang jauh dari kewajaran.

Lagipula jika Kimia tidak pernah ditemukan, mana mungkin nuklir akan dihasilkan melalui penggunaan uranium. Dunia ini tentunya akan lebih tenang tanpa nuklir, nuklir yang dibentuk dari uranium, dan uranium yang merupakan unsur kimia.

(more…)