jump to navigation

Pidato Iblis Menyambut Idul Fitri September 30, 2008

Posted by superwid in Cerita.
trackback

Sebulan ini diadakan pertemuan terbuka tingkat tinggi kalangan kaum laknat. Tiap kaum mengirimkan wakilnya masing-masing, mulai dari perwakilan Karesidenan Tanah Kusir, Karesidenan Karet, Karesidenan Kalibata, Karesidenan Kober. Pada bulan ini dilakukan evaluasi terhadap kebijakan dan tindakan yang dilakukan dalam rangka penyesatan umat dalam satu tahun terakhir. Dan pada tiap akhir pertemuan, tepatnya pada akhir bulan, sang pemimpin alias bos besar, inspirator dan motivator alami yang handal, komandan pemberontakan yang tidak tergantikan sejak pertama kali didaulat untuk menyesatkan umat manusia memberikan pidato kenegaraan bagi pengikutnya, memberikan semangat untuk perjuangan pada 11 bulan berikutnya.

Pidato Iblis Menyambut Idul Fitri

Saudaraku kaum laknat yang berbahagia. Dari golongan jin, genederuwo, kuntilanak, wewe gombel, kemamang, mambang, pocong, tuyul, banaspati, drakula, vampir, sampai manusia yang setia menjadi pengikutku, calon-calon penghuni neraka jahanam yang saya hormati dan dimuliakan oleh kesesatan.

Marilah kita bersyukur karena sampai saat ini dunia belum kiamat meskipun nampaknya sudah ada arah ke sana, kita masih diberi kesempatan untuk menikmati keindahan dunia yang fana ini. Kita masih diberi kesempatan untuk mengumpulkan pengikut-pengikut kita yang akan kita jadikan teman bermain gaple di neraka nanti. Masih ada waktu bagi kita untuk menikmati wanita-wanita dari berbagai suku dan ras yang akan kita jadikan pemuas-pemuas nafsu birahi kita kelak di neraka jika kelamin kita tidak disate. Masih ada kesempatan untuk mencicipi nikmatnya vodka sampai oplosan anggur. Masih ada tenaga untuk mencuri keimanan dan ketakwaan manusia.

Saudara-saudaraku dari penghuni neraka lapis pertama sampai lapis legit.

Saya dapat mengatakan ada ketidakadilan pada sistem yang kita anut selama ini. Jika kita anggap satu tahun ada 12 bulan, selalu ada satu bulan dimana kita dibelenggu untuk tidak melakukan sesuatu yang kita senangi dan kita tidak dapat menolaknya. Dengan asumsi 11 bulan lain dianggap sebagai bulan netral, maka tidak ada satu bulan untuk membelenggu manusia, membelenggu mereka untuk berbuat kebaikan di muka bumi. Bukankah itu sesuatu yang kurang pas. Ada kesenjangan sosial yang terjadi dalam sistem. Saya yakin itu. Tidak ada waktu longgar bagi kita untuk melakukan ibadah dengan khusyu’ tanpa gangguan dari manusia-manusia karena tiap saat manusia selalu meminta bantuan kita untuk melakukan kejahatan untuk nantinya kita yang dikambinghitamkan. Atas dasar prinsip keadilan dan persamaan ada hak-hak kita yang terampas yang bisa kita laporkan kepada komisi hak asasi kaum laknat.

Kita bisa saja melakukan demonstrasi seperti yang dilakukan manusia-manusia itu, tapi kemungkinan keberhasilan sangat kecil. Manusia menganut paham demokrasi yang segalanya bisa diubah-ubah sesuai dengan udel pemimpinnya, sedangkan kita hidup dalam realita bahwa kebenaran yang hakiki adalah milik Sang Pencipta dan itu tidak bisa kita ubah sesuai dengan udel kita. Lagipula apakah kita punya udel? Coba kita lihat perut kita masing-masing. Udel itu hanya ada pada makhluk-makhluk yang dilahirkan dari rahim seorang ibu.

Kita terima saja ini semua dengan lapang dada sebagai anugerah yang diberikan Sang Pencipta, jika tidak ada bulan ini toh kita tidak bisa berkumpul melakukan petemuan tingkat tinggi ini. Kita tidak bisa menyusun strategi dan rancangan penyesatan setahun ke depan.

Sebenarnya kurang apa kita ini, ditakdirkan masuk neraka kita terima, ditakdirkan tidak memiliki bulan untuk beribadah juga kita terima. Mungkin kita bisa disejajarkan dengan pengikut-Nya yang saleh karena paling jarang protes. Kita ini jarang berdoa, jarang meminta sesuatu kepada Sang Pencipta. Seingat saya yang pernah saya minta adalah kesempatan untuk menyesatkan mereka. Jika kita membandingkannya dengan manusia yang setiap saat selalu berkeluh kesah, kita ini berada beberapa tingkat di atas mereka.

Saudara-saudaraku kaum terkutuk.

Tidak terasa sudah sebulan kita dibelenggu. Memang sudah menjadi kodrat kita sesuai dengan tuntunan yang diajarkan bahwa kita harus beristirahat selama satu bulan tiap tahunnya. Akan tetapi saya tidak setuju jika kita dianggap beristirahat selama satu bulan ini, sebaliknya kita justru yang dibelenggu, jauh lebih dibelenggu dan dibatasi pergerakan kita daripada manusia-manusia itu. Sudah menjadi kebiasaan kita, bahkan kebutuhan kita sehari-hari bahwa kita harus bermain-main dengan yang namanya dosa. Bermain wanita, judi, minum sudah mendarah daging dalam setiap aspek hidup kita. Jadi jika selama sebulan kita diharamkan untuk melakukan kegiatan rutin kita itu, merupakan suatu ujian yang sangat berat bagi kita. Tidakkah kalian rasakan otot-otot di seluruh tubuh ini sudah meronta-ronta untuk berbuat kejahatan, lidah ini kelu ingin menggunjing dan menggosip, mata ini ingin menyaksikan bodi aduhai para wanita, kelamin-kelamin ini membutuhkan penyaluran hasrat?

Sedangkan bagi mereka, para manusia, bulan ini tentunya merupakan bulan yang membahagiakan bagi mereka. Bukankah sudah kodrat mereka untuk berbuat kebaikan di muka bumi, jadi selama satu bulan ini mereka berpesta pora. Jika seekor sapi yang kodratnya makan diberi waktu untuk makan selama 1 jam tentunya mereka akan berbahagia dan menganggap itu sebagai anugerah yang tidak terkira. Begitu pula yang seharusnya dilakukan oleh manusia yang mengaku beriman dan bertakwa, saat mereka diberi jatah waktu selama satu bulan untuk melakukan kebaikan seharusnya mereka senang dan tidak perlu mengatakan adanya ujian dan penderitaan. Saya kecewa dengan manusia yang mengatakan bahwa mereka beriman dan bertakwa tapi masih menganggap bulan ini sebagai bulan penuh ujian dan penderitaan. Sekali mereka berkata begitu sudah seharusnya mereka mentasbihkan diri sebagai pengikutku. Mereka orang-orang yang munafik dan orang-orang munfaik itu seharusnya adalah golongan kita, serdadu-serdadu kita untuk menebarkan kejahatan di muka bumi.

Saudara-saudaraku seneraka dan sepenyiksaan.

Berbahagialah bagi kalian yang berhasil melewati bulan ini dengan tetap memegang prinsip dan idealisme. Berbahagialah bagi kalian yang tetap teguh pendiriannya. Berbahagialah bagi kalian yang tidak tergoda untuk melakukan kebaikan di muka bumi. Percayalah bahwa kita semakin kuat dan kita akan segera mendapatkan kemenangan yang gemilang.

Akhirnya teman-teman semua, sebentar lagi hari-hari penuh penderitaan ini akan segera berakhir, kita akan segera dibebaskan dari belenggu-belenggu yang menahan kita selama ini. Sebentar lagi kita akan dibebaskan. Segera siapkan strategi dan amunisi kalian. Kita hancurkan mereka dengan konsisten, efektif, efisien dan sepenuh hati. Marilah kita buat kerusakan di muka bumi.

Advertisements

Comments»

1. MRs XXX - April 25, 2009

Amien


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: