jump to navigation

Pilkada Republik Kate November 18, 2008

Posted by superwid in Cerita.
trackback

Tidak mau kalah dengan Pemilu Indonesia dan Pemilihan Miss Indoneisa, Republik Kate saat ini sedang gencar-gencarnya mempersiapkan penyelenggaraan Pilkada. Calon-calonnya disaring dari penduduk Republik Kate dari seluruh pelosok negeri. Seleksi berlangsung secara ketat dengan diawasi oleh tim independen yang bertugas melaporkan jika terjadi politik cacing saat seleksi. Kenapa politik cacing? Karena dunia ayam tidak mengenal adanya politik uang, bagi ayam, cacing adalah komoditi pokok yang menunjang kelangsungan hidup mereka, termasuk dalam sembilan bahan pokok yang harganya selalu melambung setiap lebaran. Pilkada kali ini adalah Pemilihan Kate Idaman, kombinasi antara pemilihan kepala daerah digabungkan dengan pemilihan tuan-tuan macho.

Sebelum dilakukan penjurian secara langsung, masing-masing finalis akan dikarantina terlebih dahulu. Dalam karantina ini masing-masing finalis akan diuji tingkat intelejensi dan kepribadiannya yang merupakan salah satu aspek penting dalam penjurian. Tersaring 10 kate dari penjuru negeri yang akan bersaing secara sehat wal afiat untuk mendapatkan gelar Kate Idaman.

Penjurian secara langsung yang akan disiarkan melalui Televisi Republik Kate. Kabarnya penayangan acara ini sempat diprotes pihak majelis agama ayam karena ada tebar aurat yang dilakukan pesertanya. Namun kasus ini berhasil diatasi setelah panitia membatalkan sesi pakaian renang yang diindikasikan sebagai tindakan pornografi dan pornoaksi yang menyalahi undang-undang yang baru sesaat diberlakukan.

Bintang Pilkada kali ini adalah Piti dan Yami. Keduanya mempunyai fisik yang menjanjikan untuk menjadi Kate Idaman. Dengan bulu yang indah, jengger yang merah, dan jalu yang tajam keduanya diprediksi oleh masyarakat akan bersaing ketat dalam memperebutkan posisi puncak Kate Idaman. Hanya saja untuk tingkat intelejensi dan kepribadian, hanya tim juri yang berhak untuk menilainya. Tim juri terdiri dari beberapa staf ahli Republik Kate, seperti Psikolog Republik yang bertanggungjawab atas penilaian bidang kepribadian dan Propesor Republik yang bertanggung jawab atas penilaian dalam hal intelejensi. Semuanya terstruktur dengan rapi dan diatur dalam undang-undang yang pembahasannya berlangsung hampir 100 tahun dan berlarut-larut. Bahkan ada anggota dewan perwakilan kate yang mesti mendekam di balik penjara karena ditengarai menerima skandal penyuapan yang menguntungkan kate dari distrik tertentu. Undang-undang ini dibuat karena Pemenang Kate Idaman kali ini akan mewakili Republik Kate dalam pemilihan Ayam Idaman se-dunia ayam dan akan bersaing dengan ayam dari berbagai penjuru dunia, mulai dari ayam kampung, ayam broiler, ayam hutan, ayam kalkun, ayam kampus sampai Ayam Sandler. Sehingga pemenangnya harus dipilih setjara saksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja. Republik kate tentu ingin meningkatkan citranya di mata dunia internasional.

Dua kate tersebut sontak menjadi pusat perhatian dalam kontes kali ini, menutupi delapan finalis lainnya. Yami sebagai kate finalis dari distrik kota pusat yang dikenal sebagai pusat pemerintahan di Republik Kate sedangkan Piti finalis dari distrik kota utara yang merupakan distrik terkenal dengan seringnya mengalami pemadaman listrik karena kurangnya suplai listrik dari perusahaan listrik pemerintah. Meskipun distrik ini merupakan penyuplai batu bara terbesar Republik Kate, bahan baku yang digunakan untuk pembangkit listrik, akan tetapi karena medan distrik utara yang terkenal ganas maka suplai listrik sengaja dibatasi karena tidak menjanjikan untuk investasi. Perusahaan Listri Republik juga sering sekali memadamkan listrik di distrik ini, hobi katanya. Sangat jauh berbeda dengan distrik kota pusat yang listriknya melimpah hingga banyak dicolong oleh banyak warganya.

“Yaoloh Pit, sesekali makan di KaePCi alias Kaentuki Pred Cacing. Makanan dari negeri ayam kalkun. Makan kok cacing got terus, mana ada gizinya”, jawab Yami.

Begitu pernyataan Yami melihat temannya Piti yang tidak doyan saat disuguhkan sebuah Burger Cacing di hadapannya. Piti dan Yami memang sangat berbeda dalam banyak hal. Yami mewakili kaum gemerlap yang hidup dalam arus globalisasi yang melanda dunia ini, apalagi di distrik kota pusat. Sedangkan Yami yang memilih menetap di distrik utara hidup jauh dari arus modernisasi. Tipi saja cuma ada satu per RT, bukan karena miskin, tapi ya itu tadi, listriknya terbatas dan byar pet.

Setelah penjurian di masa karantina selesai, sampailah penjurian langsung yang akan dihadiri oleh pentonton dari berbagai penjuru daerah. Sebagian besar membawa spanduk yang bertuliskan dukungan kepada peserta, namun ada pula yang membawa spanduk bertuliskan “TURUNKAN HARGA PAKAN AYAM”. Resesi ekonomi di Amerika mempengaruhi harga pakan ayam yang membuat beberapa warga ayam terpaksa makan pakan ayam yang sudah basi dan tidak layak makan namun masih tetap dijual di pasar ayam.

3 orang panelis yang terdiri dari Otong, Kate Idaman tahun sebelumnya; Surotong, Kate Idaman tahun sebelumnya lagi dan Markotong, Kate Idaman tahun sebelum sebelumnya lagi. Mereka didaulat memberikan pertanyaan sekaligus memberikan penilaian kepada finalis Kate Idaman. Teknik penjurian adalah 25% penjurian masa karantina, 25% penjurian langsung, dan 50% sms pemirsa. Mirip seperti kontes dangdut di salah satu tv swasta yang terkenal dengan Pak Takurnya. Setelah melalui seleksi dan penjurian ketat seperti yang telah diperkirakan sebelumnya Piti dan Yami terpilih menjadi dua besar finalis tahun ini dan berhak maju ke babak grand final.

Otong, Kate Idaman 2007 diberikan giliran bertanya pertama kali.

“Saya ingiin mendengar kokokan kalian, berikan suara yang merdu dalam tempo 4/4 dengan kunci B mayor”, kata Otong.
“Saya bisa berkokok dalam bahasa ayam kalkun, ayam hutan, maupun ayam kampung. Silakan anda pilih mana yang anda mau”, jawab Yami.
“Terserah anda saja, mana yang menurut anda cukup mewakili anda sebagai seekor kate”, kata Otong.

“Kuuuuukuuuuuuruuuuuuyuuuuuuuukkssssss”. Yami berkokok dalam bahasa ayam kalkun, bahasa ayam internasional yang sering dijadikan alat komunikasi antar negara dengan logat yang mantap mirip dengan ayam kalkun meskipun masih ada sedikit suara yang fals dengan pitch control yang kurang sempurna di beberapa bagian. Namun sudah cukup sempurna.

“Kuk kuk ruk yuk”. Kini giliran Piti berkokok. Dia memilih menggunakan bahasa ayam daerahnya untuk menunjukkan bahwa dirinya adalah perwakilan dari distrik utara. Meskipun penguasaan bahasanya sebaik Yami namun Piti lebih memilih menggunakan bahasa daerahnya karena ini adalah kontes yang sangat membanggakan bagi masyarakat Distrik Utara. Sebelumnya belum pernah ada finalis yang nangkring di posisi yang cukup baik. Bisa masuk menjadi 10 besar saja sudah cukup baik.

Surotong mendapatkan jatah bertanya.

“Saya mau bertanya hal yang sederhana saja, tolong dijawab dengan jawaban yang sederhana pula. Apa makna nasionalisme ayam bagi anda”, tanya Surotong.
“Biarkan saya menjawab dulu, pertanyaan intelektual seperti ini harus saya jawab dulu. Jika Piti yang menjawab dulu nanti saya bisa dikira mengekor jawabannya”, kata Yami.

Setelah merapikan bajunya, Yami menjawab pertanyaan.

“Menurut saya, nasionalisme itu dengan memperingati proklamasi berdirinya negara ayam dan peringatan kejadian penting lain yang turut andil dalam berdirinya republik ini. Kita mengadakan upacara peringatan untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah membangun republik ini dari awal. Di samping itu kita harus tetap hidup di dunia nyata dimana sebagai pemuda kita harus membangun republik ini sesuai dengan tuntutan jaman. Kita harus mampu bertahan dalam arus globalisasi sembari membangun republik ini agar mampu bersaing dengan negara lain di segala bidang. Penggunaan produk-produk dalam negeri juga harus diberdayakan sehingga kita bisa mengangkat perekonomian republik”, jawab Yami.

Riuh tepuk tangan hadirin dan hadirat memenuhi ruangan pemilihan. Tidak henti-hentinya penonton memberikan semangat kepada Yami.

Kini giliran Piti memberikan jawaban.

“Kalau ingin memaknai nasionalisme dengan utuh semuanya bukan tentang penghargaan akan tetapi kesadaran. Yang ingin saya tekankan di sini saat ini adalah rasa bangga dalam berbahasa ayam kate.
Begitu seringnya saya melihat hilangnya rasa bangga bangsa kate akan bahasanya sendiri. Banyak sekali penggunaan kosakata, terutama bahasa kalkun dalam berbagai aspek kehidupan. Malahan tema seminar di perguruan tinggi, festival kebudayaan, peringatan hari besar nasional selalui dibumbui oleh slogan-slogan asing, begitu pula dengan acara ini. Padahal jelas yang dituju adalah bangsa kita sendiri.
Saya melihat semua ini sebagai suatu pola hidup yang justru merusak nasionalisme kita. Penggunaan bahasa asing itu hanya untuk mengundang kesan eksklusivisme, gengsi dan kesan mewah. Yang hanya ingin meningkatkan status. Bagi sebagian masyarakat cara yang paling ekonomis dan mudah untuk menaikkan status sosialnya adalah dengan penggunaan kosakata bahasa asing dalam kehidupan sehari-hari meskipun sebenarnya itu tidak perlu. Toh dengan bahasa kita sendiri semuanya akan lebih mudah dipahami.”

Beberapa bulan kemudian di ajang Ayam Idaman se-dunia.

“Saya heran dengan Republik Kate, mereka punya Piti yang begitu berbakat di segala bidang. Tapi kenapa Yami yang dikirimkan sebagai duta pada ajang kali ini. Padahal saya yakin jika Piti dikirim pasti dia akan menjadi juara. Kita sudah tau reputasinya. Tahun lalu dia sempat menjadi mediator perdamaian antara Kalkun Serikat dan Republik Broiler. Belum lagi kegiatannya sebagai aktivis penyakit flu burung yang sempat melanglang buana di penjuru dunia. Apa di sana mereka tidak tau ya?”, kata salah satu juri Pemilihan Ayam Idaman se-dunia.

Advertisements

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: