jump to navigation

Gitar May 18, 2009

Posted by superwid in Konfrensi Pers.
trackback

Saya punya sebuah gitar Yamaha tipe F310 yang saya tebus beberapa tahun yang lalu dari hasil uang tabungan selama beberapa purnama. Sebuah gitar kayu klasik dengan kombinasi warna coklat muda dan coklat tua ukuran gitar kebanyakan. Kalaupun ada yang tidak wajar hanyalah senarnya. Akibat kejahatan Sukiman, senar gitar saya itu kini warna-warni: hijau-biru-kuning-merah-dan dua sisanya berwarna standar. Entah apa yang terlintas di pikiran Sukiman saat itu. Sungguh norak! Itulah kali pertama gitar saya berganti senar. Saat dipinjam Sukiman, senar nomor 1 putus dan atas inisiatif dan tanggung jawab Sukiman senar gitar itu diganti semua, dipasangkan pula.

Karena tidak ingin tertukar dengan barang-barang lain di kamar maka saya berinisiatif memberikan nama pada alat musik petik bersenar enam itu, Si Gitar namanya.

Tujuan saya membeli gitar itu? Tentu saja untuk mengiringi keahlian saya mengolah vokal dan nada. 68% fals, sisanya sumbang. Yang pasti gitar itu saya beli untuk menemani kesendirian saya di kamar. Lagipula saya juga heran kenapa banyak anak band dengan tampang standar rata-rata air bisa mendapatkan gadis yang aduhai. Menurut analisa saya, nada adalah jawabannya.

Pada akhirnya saya memang sadar tidak mempunyai bakat dalam bidang seni, apalagi musik. Gitar itu hanya bisa saya mainkan dengan beberapa kunci dasar seperti C, G, ataupun D yang kata Joko tidak perlu ada “kunci palangnya”. Kunci palang yang dimaksud di sini sejenis kunci B ataupun F yang musti mendayagunakan jari telunjuk untuk menekan semua senar. Sungguh repot, sulit dan menyusahkan. Itulah kenapa Joko menganut paham anti kunci palang, jari-jarinya kelewat pendek dan lembut untuk menekan keenam senar secara bersamaan dengan jari telunjuk. Jadilah lagu yang bisa saya mainkan dengan gitar itu terbatas, sebatas kunci gitar yang bisa saya mainkan dengan kualitas keluaran nada seadanya.

Karena saya memang kurang punya bakat dalam bidang musik, si gitar tidak sering dimainkan. Lebih sering tersimpan di dalam kantongnya dan diletakkan di pojokan kamar. Bahkan sepertinya si gitar ini lebih sering dimainkan Paijo yang sering memainkannya setiap kali bertandang ke rumah saya. Tidak jarang pula si gitar ini dibawa entah ke mana oleh si peminjam meskipun si pemilik tidak ikut. Nasibnya hampir sama seperti kamera digital saya yang hampir menjadi milik bersama.

Meskipun skill saya dalam bergitar tidaklah sehebat Joe Satriani ataupun Andra Ramadhan, tapi jika dibandingkan dengan Dibyo ataupun Kojrat, saya yakin lebih superior dibanding mereka. Kojrat sejauh yang saya tau hanya bisa memainkan nada “dung teng deng deng dung”. Mirip variasi bunyi ketipung di lagu dangdut yang dimainkannya dengan memetik secara berurutan senar nomer 6-4-5-5-6-4-5-5-6 secara rekursif. Tanpa kunci yang pakem.

Sedangkan Dibyo, sejauh yang saya ketahui masih belum bisa memainkan sebuah lagu tanpa iringan lagu aslinya yang entah dimainkan melalui winamp ataupun mp3player. Jadi kebenaran genjrengan gitarnya tidak bisa diketahui secara pasti karena biasanya volume lagu yang dimainkannya lebih nyaring daripada suara yang keluar dari tabung resonansi gitar yang dimainkannya.

Berbicara tentang Sukiman Joko Paijo Dibyo dan Kojrat, pembaca yang budiman pasti teringat akan Geng Gabrut. Geng yang konon namanya sudah terkenal di kalangan sendiri. Sebuah geng yang berdiri secara tidak resmi sekitar tiga tahun silam di kawasan utara kampus.

Tiga tahun yang lalu memang di antara anggota Geng Gabrut tidak ada yang berhasil mendapatkan pasangan. Lima orang sukses menjalankan misi dengan hasil akhir berupa kegagalan.

Tapi itu tiga tahun lalu.

Joko mengawali masa kegemilangan anggota Geng Gabrut dengan menggaet gadis dari pulau sebrang yang dikenalnya via dunia maya. Perkenalan yang berlanjut dengan kopi darat yang terjadi beberapa tahun yang lalu saat terakhir saya bertandang ke rumah Paijo dan rumah pakdhenya Joko di salah satu kota besar di Jawa Tengah. Status mereka kini sebagai sepasang merpati yang sedang memadu kasih. Kita doakan saja semoga langgeng, terus bersama hingga maut memisahkan. Kalau kata White Lion, till death do us apart.

Menyusul Paijo yang menemukan potongan tulang rusuknya saat PKL di salah satu kawasan di utara Kota Jogja. Kalau dilihat dari fisiknya, Paijo si pria bertampang klasik tidak selayaknya bersanding dengan sang gadis idaman. Tidak pantas, bahkan patut dicurigai adanya penggunaan ilmu pelet yang berlebihan. Cobalah tanyakan kepada setiap anak manusia yang bertemu pasangan ini. Pertama pasti mereka akan mengelus dada dan baru maklum sesudahnya. Itulah cinta bung! Apa yang bisa dikatakan kalau sudah menyangkut cinta?

Sukiman yang notabene merupakan Sang Arjuna di Geng Gabrut -yang bukan dilihat dari tampang, tapi dari track recordnya- pun mendapatkan Srikandi nya dalam diri teman masa lampaunya yang juga berasal dari pulau sebrang. Satu daerah dengan pasangan Joko yang kuliah satu fakultas dengan pasangan Paijo. Lihat betapa dekatnya hubungan pasangan anggota Geng Gabrut. Dunia memang aneh, apalagi kisah asmara di dalamnya. Rumit, ribet dan tidak terduga.

Dibyo tidak mau ketinggalan. Lemparan pancingnya dimakan dan Dibyo tidak ingin gagal lagi dalam kisah percintaannya. Akhirnya setelah beberapa kali dikejar dan mengejar perempuan yang lebih sering berakhir dengan kegagalan cinta, kini Dibyo menemukan tambatan hatinya dalam diri seorang gadis kampus tetangga.

Hanya Kojrat yang sampai kini belum diketahui nasib percintaannya. Terakhir dia ditengarai mengincar gadis kampus tetangga yang sudah sedari dulu diincarnya. Hanya saja Kojrat sering malu-malu kucing di hadapan gadis sehingga menghambat proses pendekatannya terhadap gadis yang sekampus dengan kekasih Dibyo.

Jelas dengan status mereka sekarang yang sebagian besar sudah berpasangan Geng Gabrut mengalami masa reses. Apalagi beberapa anggota terancam dikeluarkan keanggotaannya dari Geng Gabrut karena ada beberapa kode etik mafia dalam The Godfather’s Ten Commandements yang terpaksa dilanggar, yaitu:

1. Harus selalu siaga demi panggilan tugas mafia; bahkan ketika istrimu melahirkan
2. Orang-orang yang tidak bisa bergabung dengan mafia : orang yang dekat dengan polisi, yang waktunya bagi keluarga relatif terbagi, yang perangainya buruk dan tidak bermoral

Ya meskipun pada akhirnya mereka semua sudah berpasangan dan sibuk dengan urusan masing-masing, saya tidak perlu khawatir.

Saya masih punya gitar dan dua lagu yang bisa saya mainkan (yang saya yakin akan sangat lama bisa saya mainkan mengingat kuncinya yang naudzubillahimindzalik).

Yang satu adalah sebuah lagu lama milik Dewa 19 yang ada di album Format Masa Depan. Saya yakin kunci gitar sebenarnya lebih rumit dari yang ada di sini, tapi demi kepentingan pembelajaran Paijo membuatkan saya kunci lagu Mahameru ini dengan lebih sederhana. Meskipun agak fals di beberapa bagian, tapi cukuplah untuk belajar kunci palang yang menjadi momok bagi saya dan Joko.

Mahameru

Intro : A

Bm G G A A
mendaki melintas bukit
Bm G G A A
berjalan letih menahan berat beban
Bm G G A A
bertahan di dalam dingin
Bm G G A A
berselimut kabut ranu kumbolo

menatap jalan setapak
bertanya-tanya sampai kapankah berakhir
mereguk nikmat coklat susu
menjalin persahabatan dalam hangatnya tenda

bridge:
C#m B
bersama sahabat mencari damai
Bm G A Bm C#m D#m
mengasah pribadi mengukir cinta

reff:
Em C C#m
mahameru memberikan damainya
D C Bm Am G F
di dalam beku arcapada
Em C G D Em
mahameru sebuah legenda tersisa
C G A Bm
puncak abadi para dewa

masihkah terbesit asa
anak cucuku mencumbui pasirnya
di sana nyalimu teruji
oleh ganas cengkraman hutan rimba

back to bridge
back to reff

back to bridge
back to reff

mahameru berikan damainya
di dalam beku arcapada
mahameru sampaikan sejuk embun hati
mahameru basahi jiwaku yang kering
mahameru sadarkan angkuhnya manusia
puncak abadi para dewa

Satunya adalah sebuah lagu sederhana yang sangat minimalis dari Dewa 19 di album Pandawa Lima. Nadanya enak didengarkan dan liriknya pun sangat khas Dewa 19. Cocok sebagai pengantar tidur. Kunci lagu Sebelum Kau Terlelap ini di dibuat Sukiman dengan bantuan Digital Music Mentor.

Sebelum Kau Terlelap

E A E A
adinda dengarkanlah satu
C#m B G F#m E
tutur kataku sebelum kau terlelap
E A E A
kuharap kau lepaskan sejenak
C#m B G F#m E
riak lakunya sebelum kau terlelap

reff:
E A E A C#m
lagu ini elus hati
B E
timang segala sedihmu
E A E A C#m
sebagai satu redam perih
B E
sebagai sampul diriku

adinda sayang jangan kau relakan
dirinya berdiri di segala langkahmu
lepaskan pasung setiamu
wejangan ini untuk sebelum kau terlelap

back to reff

yang kau sayang slalu saja
terbitkan erammu diperihnya hatimu
pejamkan matamu sandarkan bebanmu
masih ada yang lain sebelum kau terlelap

back to reff 2x

E A E A
pejamkan matamu sandarkan bebanmu
C#m B
masih ada yang lain
C#m B
masih ada yang lain
A
yang lain

(Semua chord guitar disini hanyalah teknik permainan pribadi, bukan merupakan chord original dari Dewa 19. Jadi, kalau ada yang merasa perlu diperbaik, jangan ragu-ragu untuk merevisinya).

Jadi, kalau nantinya saya harus mencari pasangan kriteria apa yang harus dipenuhi? Dari pulau sebrang kah? Atau sekampus dengan pasangan Geng Gabrut yang lain?

Jreng.. Jreng..

Advertisements

Comments»

1. afia - May 20, 2009

ha..ha..ha… dari negeri seberang aja..

Siap, akan saya lamar.. Siapa ya?

2. joko - May 21, 2009

lambemu! saya sudah bisa kunci bminor gara2 latian lagu mahysa!
doakan saya cepat putus, hahayyy…

Ternyata jari-jemari Kakang mampu merangkai nada B minor ya? Ah mau saya doakan Kakang biar langgeng sampai ke pelaminan, sesuai dengan keinginan pacar Kakang yang meminta segera dinikahi.

3. Tuh, Kalo Bersih, Kan, Enak Diliatnya Juga... | The Satrianto Show: Beraksi Kembali! - June 1, 2009

[…] asupan nafkah batin demi kesehatan rohaninya masing-masing. Alhamdulillah pula, akhirnya sekarang Destian sudah punya cewek. Jadi kamarnya nggak bisa ketauan lagi masih berantakan atau […]

4. Nurul Aneh - June 2, 2009

dari provinsi seberang šŸ˜€

Benul, dari propinsi seberang. Seberang daerah barat Indonesia šŸ˜€

5. Adayana - June 4, 2009

kalem ya om yang blm punya pasangan…
karna pengalaman dari geng jembat saya dulu,,yg blom dapet pasangan njok edan!!

Semoga si Kojrat tidak gila, semoga pula dia tidak beralih orientasi menjadi penyuka sesama


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: