jump to navigation

Curcol May 19, 2010

Posted by superwid in Konfrensi Pers.
trackback

Tidak semua yang Anda baca adalah benar dan tidak semua yang benar Anda baca.

Sudah hampir dua minggu ini bapak saya belum sadar juga. Masih terbaring koma di Unit Pelayanan Intensif (UPI) dengan kondisi yang tidak menentu. Ada kalanya kondisinya mengalami perkembangan, namun tidak menutup kemungkinan dalam waktu beberapa detik saja kondisinya memburuk. Semuanya serba tidak jelas.

Pasien jika dirawat di rumah sakit, apalagi di UPI, memang tidak bisa diperkirakan kondisinya. Dalam tiap detik semua mungkin terjadi.

Contohnya tetangga sebelah kamar bapak saya dirawat. Meskipun sudah dinyatakan membaik dan dipersilakan pindah ke bangsal untuk pemulihan (bahkan malah sudah mencicipi semalam di bangsal), kenyataannya justru berpulang ke Rahmatullah sehari berikutnya.

“Yang namanya jodoh, rejeki, umur sudah ada yang mengatur kawan. Tiadalah perlu kamu memikirkannya terlalu dalam. Dinikmati saja, tapi jangan lupa berusaha dan berdoa,” nasehat Ucrit.

Ucrit lagi. Ya memang doski sering muncul di kala tak terduga. Saat saya sedang berada di titik nadir seperti sekarang ini, Ucrit hadir. Saya memang sedang butuh dukungan dari teman-teman. Maklum, kadang timbul rasa penat dan bosan yang berkepanjangan saat menunggu bapak di rumah sakit. Belum lagi dengan kondisi bapak yang tidak pasti, keluarga hanya bisa menunggu sambil harap-harap cemas.

Kalau ibu saya curhat ke saya, begitu pula saudara-saudari saya juga curhat ke saya lalu saya curhat pada siapa? Pada rumput yang bergoyang?

Kebetulan Ucrit punya latar belakang pendidikan kesehatan. Sekarang saja dia jadi mantri kesehatan. Jadi sedikit banyak saya bisa konsultasi padanya mengenai kondisi bapak sembari mengurangi beban yang mengganjal di hati.

“Penyakit-penyakit berat jaman sekarang itu, biasanya disebabkan karena manusianya itu sendiri. Manusia adalah satu-satunya spesies di dunia yang selalu menginginkan lebih. Nah karena sifatnya yang selalu menginginkan lebih itu maka penyakit datang mendekat,” kata Ucrit.
“Maksudnya Crit?” saya bingung.

Setahu saya kan penyakit sebabnya kalau tidak virus, bakteri, kuman ataupun teman-teman sepermainannya. Ini Ucrit yang notabene orang kesehatan kok malah menunjukkan fakta yang sangat berlainan dari dunia medis.

Saya ragu jangan-jangan selama ini Ucrit bohong pada saya. Katanya kuliah kedokteran tapi kok nampaknya dia praktek ilmu perdukunan.

“Begini kawan, memang omongan saya agak janggal kalau kita berbicara dari segi medis. Tapi sesekali kita harus berpikiran luas. Memang pada dasarnya penyakit itu ada karena faktor carier, pembawa penyakit. Tapi terlepas dari itu mari kita berbicara dalam ruang lingkup yang lebih luas dari dunia medis. Ambil contoh bapakmu. Beliau kena diabetes kan? Apa sebabnya?” tanya Ucrit.
“Kelebihan gula di darah dan lain-lain dan sebagainya,” jawab saya berdasarkan perkataan dokter.

Saya jawab saja begitu. Penjelasan dokter dan perawat terlalu rumit untuk bisa saya pahami. Beginilah nasib pemuda yang tidak pernah memperhatikan waktu pelajaran Biologi pas SMA. Begitu diterangkan istilah-istilah medis, dunia serasa buram. Gelap tanpa arah. Mungkin jika dijelaskan dengan rumus-rumus kalkulus saya masih bisa mengikuti walaupun tidak menjamin nilai kalkulus saya tidak beranjak dari C plus.

“Tepatnya disebabkan karena pankreas tidak mampu membuat hormon insulin, yang dibutuhkan untuk mengubah glukosa menjadi gula darah. Pada penderita diabetes, sel-sel tidak bisa menyerap glukosa dengan normal, sehingga menumpuk terlalu banyak di dalam darah.

Sebenarnya gula darah penderita diabetes bisa dikendalikan. Gula darah meningkat setelah kita makan atau minum sesuatu selain air putih biasa. Orang sakit diabetes mestinya bisa menjaga konsumsi makanannya. Tidak boleh berlebihan makan apapun yang manis. Gula darah bisa dikontrol dengan mengatur pola makan. Jika tidak diatur, konsumsi gula yang berlebihan akan mengakibatkan gula darah tidak terkontrol.

Nah itu dia, ada kelebihan kan. Ada sesuatu yang dibutuhkan tapi kenyatannya berlebih.

Orang terkena stroke karena ada penyumbatan. Penyumbatannya oleh kolesterol. Kolesterol bukanlah sesuatu yang jelek dan perlu dihindari. Dalam batas-batas tertentu, kolesterol masih termasuk dalam batas yang normal.

Kolesterol berguna untuk membantu menjaga keutuhan sel, dan juga berfungsi dalam pembentukan empedu, hormon steroid, dan vitamin D. Ada yang mengatakan, jika kadar kolesterol terlalu rendah, orang menjadi mudah depresi dan kemungkinan besar akan bunuh diri.

Kolesterol itu penting kan? Tapi jika dikonsumsi dalam jumlah yang tepat dan tidak berlebihan. Kalau konsumsinya berlebihan? Pastinya akan menyumbat pembuluh darah yang bisa meningkatkan resiko stroke.

Mahmud dulu obesitas karena apa? Lemak. Lemak bukan sesuatu yang jahat. Lemak merupakan penghasil energi, pembangun susunan tubuh, penghemat protein, penghasil lemak esensial, pelarut vitamin A, D, E, K. Selain itu kegunaan lain dari lemak adalah sebagai pelumas di antara persediaan, penangguh rasa lapar, pengantar emulsa, pengatur tekanan darah dan denyut jantung

Hanya saja, Mahmud mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak secara berlebihan. Dampak dari kelebihan lemak adalah obesitas, seperti yang dialami Mahmud.

Banyak orang menjadi stres dan yang paling parah menjadi gila. Kenapa? Karena mereka terlalu berlebihan dalam memikirkan sesuatu. Padahal jika segala sesuatunya dipikirkan dengan sederhana maka semuanya bisa diselesaikan dengan mudah tanpa perlu konsultasi ke psikolog atau semedi di RS Soeroyo.

Orang kena AIDS karena terlalu berlebihan menikmati hidup, jadi pola hidupnya kebablasan. Tidak teratur. Kadang mereka berlebihan dalam urusan selangkangan. Tancep sana tancep sini asal-asalan. Kadang berlebihan dalam urusan fly-flyan. Rental jarum suntik sembarangan. Yang penting senang.

Semuanya intinya satu. Ada yang berlebihan. Mestinya yang berlebihan itu harus dikontrol,” Ucrit menjelaskan.

Untunglah Ucrit sadar jika rekannya ini sangat lemah dalam ilmu hapalan, jadi dia menjelaskan berdasarkan kemampuan otak saya.

“Ya bagaimana lagi, wong bapak saya itu susah dibilangin. Makan ndak terkontrol. Apalagi gulanya,” saya menerangkan.
“Itu dia!” kata Ucrit.
“Maksudnya Crit?” saya meminta kesimpulan.
“Maksudnya kawan, jangan berlebihan. Gula itu dibutuhkan tubuh, tapi secukupnya. Kalau berlebihan akibatnya ya penyakit. Semua di dunia itu sudah ada takarannya. Jangan kurang, apalagi lebih. Hidup itu jangan menuruti nafsu, penuhi saja kebutuhanmu. Jangan turuti keinginanmu. Antara keinginan dan kebutuhan itu batasnya tipis, hanya orang-orang yang mampu mengendalikan nafsunya yang bisa menjaga dirinya. Bukan dikendalikan peraturan ataupun orang lain,” terang Ucrit.

Bujubuneng..

Tumben-tumbenan Ucrit bilang mengendalikan nafsu. Padahal setau saya dulu dia lebih tidak beradab ketimbang saya. Hehe.. Memang manusia kadang bisa cepat berubah. Tapi saya tidak yakin Ucrit telah berubah ke arah yang lebih baik. Paling-paling dia baru ikut pengajian bapak-ibunya. Jadi bau-bau surganya masih tercium. Tunggu beberapa saat lagi pasti dia sudah kembali ke jalan yang sesat.

Saya bacakan Al Fatehah sekali biar Ucrit sadar.

“Terus kalau sekarang keadaan bapak saya sudah kayak gini gimana Crit? Dokter saja sudah hampir angkat tangan,” saya meminta saran.
“Sabar kawan, semua pasti ada hikmahnya. Dokter itu juga manusia, tidak selalu benar. Apa yang dikatakannya berdasar ilmu kedokteran saja. Padahal ilmu tidak sebatas ilmu kedokteran saja kan? Jangan mengecilkan faktor-faktor ‘lain’. Kita sebagai manusia kan hanya bisa berusaha dan berdoa. Semuanya terserah pada Tuhan. Pokoknya jangan pernah menyerah untuk berdoa dan berusaha. Apapun hasilnya, selama kita sudah berusaha maksimal, berdoa dan tawakal maka itu adalah yang terbaik. Pasti yang terbaik dari-Nya meskipun belum tentu yang terbaik di mata kita. Tinggal bagaimana kita menyikapinya. Akan mengambil sisi baiknya atau sisi buruknya,” Ucrit berceramah.

Wah, Ucrit pasti sedang kerasukan jin muslim. Subhanaloh, bisa-bisanya dia berceramah macam itu. Ini keajaiban dunia. Barang langka.

Tapi apapun itu, Ucrit telah memberikan suatu pelajaran bagi saya. Ya begitulah Ucrit, di balik sifat dan sikapnya selalu saja ada yang bisa diajarkan olehnya.

Setidaknya kehadiran Ucrit dan teman-teman semua memang cukup membantu.

“Ini saatnya kamu belajar kawan, menjadi lebih baik dan lebih dewasa. Tapi ingat, kamu tidak sendiri kawan. Masih ada saya dan teman yang lainnya,” lanjut Ucrit.

Ya, saya masih punya banyak teman.

Ada si Eneng juga yang begitu baik pada saya.

“Neng teh parantos tuang teu acan?”

Hatur nuhun pisan ya Neng. 🙂

Advertisements

Comments»

1. sita - May 19, 2010

wid..sabar yo..semangat..!! semua ada hikmahnya..
moga2 bapakmu cepet sadar n cepet sembuh. Amin.

Terima kasih

2. setanmipaselatan - May 19, 2010

saya percaya kalo perasaan positif akan menarik halhal positif lainnya di sekitar kita.

jadi, hilangkan perasaan negatif. agak susah memang. tapi biasanya, kalo saya, triknya adalah selalu didahului dengan membatin, “rasanya enak kalau…”

setiap ada pikiran negatif yang terlintas, secepat mungkin saya berusaha mengamalkan rapalan tersebut di atas.

setidaknya itu yang saya pelajari dari “quantum ikhlas”.

selebihnya, saya cuma ingat sama kata-kata berikut:

“your wish is my command.” – the universe

Terima kasih.

3. Nurul - May 20, 2010

Ntar kalo dah sehat takkasih resep minuman ala bapak ibukq mz. Kan kedua org tuaq jg diabet. Pernah ampe 500 juga. Semangat!! Allah selalu ada bwt mz n kluarga mz.

Terima kasih.

4. hans - May 22, 2010

Semoga Bapak cepet sembuh mas..

Terima kasih.

5. Asop - May 22, 2010

Semoga cepat sembuh… 🙂

Terima kasih.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: