jump to navigation

Orang Endonesa July 5, 2010

Posted by superwid in Konfrensi Pers.
trackback

Saya sadar benar bahwa hidup di Endonesa itu gampang-gampang susah, terkait dengan tipikal orang Endonesa yang sangat perhatian kepada orang-orang di sekitarnya. Terlebih lagi jenis orang Endonesa regional Jawa dan sekitarnya dengan semboyannya “gotong royong holopis kontul baris.”

Apapun itu pokoknya gotong royong.

Kenapa gampang-gampang susah? Gampangnya jelas, dengan tipikal orang Jawa yang perhatiannya berlebih pada orang di sekitarnya maka tidak susah bagi saya untuk mencari teman berbasa-basi busuk, bergosip alias bergunjing tentang orang lain. Entah topiknya berupa hal-hal yang baik dan lebih diutamakan aib seseorang. Apalagi kalau orang yang dijadikan objek pergosipan adalah orang yang banyak bermasalah di masyarakat, dijamin tidak akan habis 24 jam untuk membahasnya. Saya baru sadar kalau orang-orang Jawa seperti saya ini punya banyak waktu luang untuk membahas orang lain. Bahkan kalau tidak cukup sehari bisa bersambung ke lain hari. Pokoknya tidak ada matinya.

Saya pikir itulah kenapa tayangan infotainment di kebanyakan tipi swasta Endonesia jadwalnya bisa mirip dengan jadwal minum obat, tiga kali sehari plus beberapa headline news yang siap memberikan informasi terbaru. Bikin ketagihan.

Nah itu kalau kita bicara tentang gampang dan enaknya tinggal di Endonesa, dijamin 24 jam dalam sehari, 7 hari dalam seminggu, Anda tidak bakalan kehabisan teman dan bahan bergosip. Mulut dan telinga Anda akan selalu aktif dan terjaga. Tidak perlu takut kesepian. Tabungan salah dan rekening dosa pasti selalu bertambah tiap harinya.

Sekarang saatnya bicara tentang susahnya. Hidup di Endonesa akan berasa susah dan menderita kalau bahan bergosip itu adalah saya. Tipikal orang Endonesa di samping “sangat perhatian” tadi adalah mereka “lebih percaya dengan firasat dan naluri mereka ketimbang fakta yang jelas-jelas keluar dari mulut orang yang dijadikan bahan gosipan”. Apapun fakta yang tidak menyenangkan para gosipwan dan gosipwati akan dilewatkan begitu saja. Sebaliknya gosip dan selentingan yang mendukung firasat dan naluri kesenangan mereka justru dijadikan bumbu-bumbu penyedap.

Hahah.. Saya kok juga mulai bergosip. Ah biar.. Kalau dosa saya yang nanggung kok.

Wong kemaren-kemaren saya baru jadi bahan gosipan, sekarang saya mau balas dendam dong.

Syahdan muka saya yang pas-pasan ini digosipkan dengan seorang bunga desa dari kampung sebelah, sebutlah namanya Melati. Awalnya saya tidak keberatan digosipkan punya hubungan dengannya. Siapa sih yang tidak bangga digosipkan dengan bunga desa yang tersohor kecantikannya di seluruh kampung. Belum lagi orangnya baik dan menjadi primadona masyarakat se-kampung. Saya hepi-hepi saja. Ketawa ketiwi. Saya pikir juga tidak ada ruginya. Lumayan bisa numpang tenar, sama seperti kasus Monica Samille Lewinsky yang beken karena kasus perselรฌngkuhan William Jefferson Clinton. Ekses dari gosip yang beredar tentang hubungan saya dan Melati pun sama, saya jadi populer di mata publik. Ya ya, cuma publik sekampung, tapi lumayan kan.

Saya pun juga tidak pernah memberikan klarifikasi dan konferensi pers menjelaskan masalah ini. Saya pikir yang namanya gosip pasti berlalu. Saya masih berbaik sangka, mana mungkin orang-orang membicarakan berita yang tidak jelas asal-usulnya.

Prinsipnya : Anjing menggonggong, kafilah nimpukin batu.

Tapi saya salah. Selayaknya gosip yang makin digosok makin sip, semakin menyebar dan semakin tidak jelas kasak kusuk yang beredar. Apalagi gosip yang dulunya cuma sekadar berteman dekat telah mendapatkan bumbu-bumbu di sana sini telah berkembang menjadi hubungan yang sangat serius. Terima kasih atas kreativitas rekan-rekan sekalian. Saya yakin kalau kalian semua jadi pembuat skenario sinetron bakal mengalahkan Tersanjung dan Cinta Fitri.

Dan sayangnya Melati juga adem ayem sahaja. Entah dia juga menikmati atau juga sudah malas memberikan penjelasan.

Lama-lama jengah juga dijadikan bahan gunjingan masyarakat. Sekali dua kali jika ada yang bertanya, saya masih mau menjelaskan panjang lebar. Tapi berhubung sudah berulang kali saya menjelaskan dan publik juga tidak percaya akhirnya saya bosan dan malas juga.

Saya pilih diam, tidak peduli apa kata orang. Selama orang-orang yang saya sayangi percaya sama saya, itu sudah cukup.

Yah memang pada akhirnya semua kembali lagi ke fakta orang Endonesa tadi, “Tipikal orang Endonesa di samping sangat perhatian tadi adalah mereka lebih percaya dengan firasat dan naluri mereka ketimbang fakta yang jelas-jelas keluar dari mulut orang yang dijadikan bahan gosipan”, tiap saya menjelaskan keadaan yang sebenarnya, publik tidak percaya. Mereka tidak terima dan tetap saja berpegang teguh pada naluri dan firasat mereka. Kesenangan mereka adalah kalau melihat saya dan Melati menjalin hubungan serius ke depannya.

Intinya : Saya musti punya hubungan serius dengan Melati. Harus. Wajib ‘ain. Fardhu kifayah.

Hidup-hidup saya kok diatur sama keinginan orang lain. Serasa masih dijajah sahaja. Bagaikan burung dalam sangkar. Katak dalam tempurung.

Yang membuat gosip hubungan saya dan Melati menjadi lebih panas adalah tukang-tukang gosip yang membahasnya. Kombinasi tiga orang yang punya chanel banyak dan terpercaya sangat turut andil dalam melakukan viral marketing gosip hubungan saya dan Melati. Alhasil hubungan yang tadinya biasa saja dan tidak terekspose (lha wong memang tidak ada hubungan) menjadi ramai dibicarakan publik.

Aroma gotong-royong mereka dalam mempublikasikan gosip tentang saya dan Melati memang sangat fantastis.

Sudah berulang kali saya jelaskan kepada tiga orang pendekar viral marketing itu, bahwa saya dan Melati sama sekali tidak ada hubungan apapun selain hubungan pertemanan. Tidak kurang dan insaoloh tidak lebih. Tapi tetap saja penjelasan yang keluar langsung dari mulut pelaku tetap tidak terpercaya.

Tiap bertemu dan terlibat pembicaraan dengan mereka, pasti pada akhirnya berujung pada hubungan saya dan Melati.

Lama-lama saya capek juga, saya sudah pasrah. Untungnya kehadiran si Neng yang bisa membungkam mulut-mulut tiga pendekar viral marketing itu. Tapi apa lacur, gosipnya sudah beredar luas di masyarakat. Di pikiran orang-orang sekampung sudah pada terpatri kalau saya dan Melati ada affair.

Ah biar. Saya tidak peduli.

Yang bikin saya heran kemaren masih ada saja yang nanya ke Neng.

“Eh Neng kemaren kamu sama Melati ketemu Wid yah?”, seorang teman bertanya, “Dia sudah mau ngelamar Melati yah?”.
“Melati sih bilangnya dia emang udah mau dikhitbah tapi dia ga bilang siapa. Dia bilangnya sama orang yang jarang nongol di kampung,” jawab si Neng.
“Tuhkan bener, Wid kan jarang nongol di kampung,” tebak si teman.
“Iya kali, ga tau deh, tanya orangnya langsung mendingan,” si Neng memberikan solusi.

Kata si Neng pada saya :
“Ternyata sebagian besar anak-anak ga ngeh aku sama kamu dan berita kuat yang beredar bahwa kamu akan segera melamar Melati tahun ini.”

Masaoloh, itu gosip bisa sampai seperti itu bagaimana ceritanya. Hah, dasar orang Endonesa..

Advertisements

Comments»

1. -ivy wae- - July 5, 2010

hihihi,.love affair,.
mawar melati semuanya indah,..

Indah siapa ya? Nanti saya bikin tokoh bernama Indah Ratna Sumirah.

2. Nurul - July 6, 2010

Mas wiwid jg suka bergosip ae kok. 3 orang itu yg kmaren pean bilang? Edan.
Sudah2 jgn kepedean :))

Saya kan orang Endonesa juga, wajar kalo suka bergosip.

3. Neng - July 6, 2010

untung aku blasteran limbizkit liberti jadi ndak ada perwatakan orang endonesa :p

Hmm.. Iya kah?

4. bo - July 6, 2010

Bwahahahaha… Situ pasti abis wisuda langsung pulang kampung kan? Orang2 ndeso itu memang begitu, tapi biasanya kalo udah well educated nggak bakal demen gosip kok. *kok ini postingan mirip pengalaman saya sih?*

Kali lain, kalau mau balas dendam ke 3 diva ember itu, jadikan mereka “sahabat”, dan beritahu secara meyakinkan bahwa Anda ini kepengen curhat. Curhat boong2an tetapi. Kasih tahu sebuah KEBOHONGAN yang orang gak akan bakal percaya. Misal, “bibir dower, aku mau curhat nih.. sebenernya, tahu gak, aku tuh punya alat kelamin 2, satu di pantat satu di depan.. ” <– misaallll

Nah, KEBOHONGAN ini kan nggak mungkin dipercaya orang? Tapiii.. si bibir dower ember 3 orang ini akan (layaknya ember) tetap mendesas-desuskan berita itu. Walhasil, orang justru akan mencap mereka sebagai tukang sebar berita bohong. ๐Ÿ˜€

Hahah.. Ini sudah menyangkut konspirasi. Tapi pemisalannya itu lho, kok ya ndak ada yang lebih manusiawi dikit.

5. hans - July 7, 2010

oooooooooo….gembus………

hahaha…..

Ini oknum ๐Ÿ˜†

6. sangprabo - July 9, 2010

Sebenarnya kalau ditilik lebih dalam lagi, sampeyan harusnya introspeksi juga W.. Mana mungkin orang udah ngeliat kakbah kok bisa2nya kena mpitnah, apalagi sama orang2 bibir ndower klewer2 yg ubun-ubunnya ndak pernah nyentuh sajadah.. Itu kan namanya impossible, absurd, ndak mungkin! Emangnya sampeyan berdonga apa selesai sembayang? Apa ndak minta dijauhken dari mpitnah?

Atau jangan2 malah sampeyan ini yang ganjen, coba sampeyan pikir.. Sampeyan jangan egois. Mungkin perasaan Melati sekarang campur aduk, resah bin risau, merana tiada tara. Apa iya Melati happy dengan gosip ini? Apa sampeyan ndak mikir kalau ternyata batin Melati tersiksa? Hla sampeyan iya bisa happy2, soalnya sampeyan ini kan tipe gembel yang kalo modar pun ndak ada yang nangisin.. Mangkanya.. Sampeyan jangan egois!

Iya, nampaknya saya musti introspeksi.. Ada yang salah dengan cara saya bergaul nampaknya. Saya juga lupa kalo berdoa minta dijaukan dari fitnah. Nanti saya tambah satu kalimat itu di doa saya.

septoadhi - July 23, 2010

menunggu kontemplasi jilid 3 ๐Ÿ˜€

Saya butuh semedi dulu kalau begitu. Tidak lupa mood patah hati yang susah untuk dicari.

Neng - August 2, 2010

orang ko ber do’a supaya patah hati
aneh @_@

Ndak minta patah hati, tapi mengkondisikan. Jangan jadi kenyataan. Soalnya mood kontemplasi hanya ada saat patah hati.

7. aufkla - July 13, 2010

minta di doakan juga dong ama gembus yang sudah pernah liat hitamnya kakbah ๐Ÿ˜›

Didoakan apa? Biar anaknya seperti saya? ๐Ÿ˜†

8. pati - July 13, 2010

ini semua salahnya “Solidaritas”

Solidaritas penting kawan.

9. Neng - July 29, 2010

jadi sebenarnya ini penyakit orang endonesa atau memang penyakit hati manusia pa ustad
tolong jelaskan!

Ini penyakit saya.

Neng - August 2, 2010

anda cacingan?
minum kombantrin 4botol seklaigus dijamin cacing dan biang cacing lewaatttt ๐Ÿ˜€

Bukan saya yang cacingan, tapi atas saya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: