jump to navigation

Keping 6 October 1, 2011

Posted by superwid in Uncategorized.
trackback

“Apa istimewanya hari ini?”
“Tidak ada, kecuali hujan yang membasahi pagi. Mengisi sumur-sumur yang telah lama tak terairi. Atau karena hari ini anak sekolah melaksanakan upacara memperingati peristiwa tigapuluh september dinihari? Ah barangkali istimewa karena buruh-buruh sepertiku mendapat gaji.”

Aku tidak pernah berpikir bahwa hari pertama di bulan ke sepuluh merupakan hari yang istimewa. Tidak ada yang kunantikan tentang waktu ini. Dulu, dua tahun lalu dan sebelumnya, aku menikmati ketika kotak masuk menjadi penuh oleh pesan-pesan singkat dari setiap kontak yang ada di telepon genggamku. Ketika jabatan tangan dan pelukan hangat yang menyapa ketika bertemu kawan dan sahabat. Barangkali jika aku memiliki akun jejaring sosial aku akan senang membaca berpuluh atau beratus ucapan penuh cita dan cinta. Tapi itu bukanlah hari yang istimewa. Karena sebagian dari mereka tidak melihat tanggal satu bulan sepuluh di kalender, mereka hanya mendengar bahwa seseorang merayakan peristiwa mengulang tahun pada hari itu.

Menyenangkan. Memang. Menjadi sosok yang paling dicari dan dinanti. Walaupun tidak ada kue tart-kecuali satu kali semasa sekolah menengah, tidak ada badut yang bermain sulap, tidak ada balon yang menghias berwarna-warni. Menyenangkan, tapi bukan sesuatu yang istimewa.

Karena aku lebih suka menikmati hari itu dengan memnata ulang masa yang sudah, sedang dan akan terlewati. Menciptakan gambaran tentang senyum, canda dan tawa yang terekam setahun lewat. Mencoba memaknai betapa hidup ini memberikan begitu banyak pelajaran yang seharusnya bisa mendewasakan. Sendiri.

Karena aku tidak memilikimu, bongkahan inspirasi yang tak pernah habis menjadi keindahan-keindahan dalam tiap detikku. Seseorang yang bisa menyentuh hatiku, tetap tinggal dan menetap di sudutnya.

Itu dua tahun lalu, dan semua berubah satu tahun belakangan. Saat kamu membuat satu di sepuluhku di duaribusepuluh menjadi istimewa dengan seloyang black forest, seikat bunga mawar putih kesukaanmu dan skenario persekongkolan yang sempat membuatku ingin meninggalkan kota segera. Jemari yang saling terjalin sepanjang hari. Pelukan hangat yang memberikan kenyamanan yang tak pernah ada habisnya. Ah dan tentu saja senyum manis lengkungan bulan di sebuah ruangan di seputaran pusat kota di antara sahabat-sahabat terbaik.

Begitu pula hari ini, ketika aku mendapatmu menemani dini hariku dengan wajah manismu – yang membuatmu begadang semalaman, tentunya sekarang ada lingkar hitam yang tercetak di sekeliling mata sipitmu ; sepotong tiramisu lengkap dengan lengkung bulan yang kamu kirim lewat kode-kode digital yang meniadakan batasan ruang di antara kita dan suara merdumu yang melantunkan Yusuf dan Selamat Ulang Tahun. Tentu saja aku ingin mencicipi tiramisu itu berdua bersamamu dan menyentuh bibir lembut yang membentuk senyum lengkung bulan di sela-sela pipi halusmu. Ketika aku mendapati pesan singkat dari ibu dan kakakku. Ketika aku diberi bingkisan banyak doa dari keluarga dan sepenggal lagu “Aku Bukan Bang Toyib” dari adik mungil. Aku merasakan hari ini semakin istimewa saja. Dan beberapa kata dari teman-teman kota lama.

Sebenarnya bukan detail-detail yang membuat hari ini begitu istimewa meskipun itu sangat berharga. Karena semua yang kunikmati bersamamu merupakan sesuatu yang istimewa. Sangat istimewa.

Iya hari ini istimewa. Maka aku tetap ingin menikmati hari ini dengan membaca ulang masa yang sudah berlalu, menjalani masa yang sedang dijalani dan membuat rencana indah nan cantik untuk masa yang akan segera terlewati. Membuat dokumentasi lengkap akan kejadian-kejadian – entah bahagia atau duka – yang membekas di hati, memberikan pengalaman-pengalaman yang tak telupakan satu tahun lalu. Tapi berdua : denganmu, agar menjadi semakin indah dan bahagia.

Itu yang aku minta darimu.

Aku memang menjadi semakin tua – menikmati detik-detik yang masih tersisa dan mendapati hadiah untukku tiap harinya. Tetes embun, hangat matahari, indah senja kala, bahagia, tangis, kehilangan, pertemuan, perpisahan dan lengkung senyum bulan.

Banyak doa untukku dari orang-orang tercinta, pun aku ingin mengucap beberapa patah kata.

“Semoga selalu bahagia dalam cita dan cinta.”

Advertisements

Comments»

1. neng - October 3, 2011

suka suka suka 🙂
selamat ulang tahun cinta :-*


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: