jump to navigation

Petualangan Sahabat Petualang November 30, 2012

Posted by superwid in Uncategorized.
Tags: , ,
trackback

Turis dan petualang adalah dua entitas yang berbeda. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, turis berarti pelancong atau wisatawan. Pelancong berasal dari kata “lancong” yang berarti bepergian untuk bersenang-senang. Jadi turis berarti orang yang pergi untuk bersenang-senang. Sedangkan petualang berarti orang yang bertualang, yaitu orang yang suka mencari pengalaman yang sulit-sulit, berbahaya dan sebagainya. Secara singkat – menurut saya – turis dan petualang mempunyai satu batasan perbedaan yang jelas. Turis bepergian untuk bersenang-senang sementara petualang bepergian untuk mencari nilai-nilai yang dapat menjadi pembelajaran baik untuk dirinya sendiri maupun orang lain.

Petualang tidak sekadar berkunjung ke suatu tempat, mengambil foto, bersenang-senang lalu pulang. Lebih dari itu, seorang petualang mempunyai hasrat lebih untuk melakukan eksplorasi daerah tersebut, mempelajari aspek sosial dan budaya setempat kemudian membuat dokumentasi untuk menceritakannya pada dunia. Seorang petualang harus memilik wawasan yang luas serta tanggung jawab untuk bertanggung jawab pada diri sendiri, lingkungan, dan masyarakat. Nilai lebih petualang terletak pada perhatiannya pada lingkungan sekitar untuk membuat perubahan ke arah yang lebih baik.

Menjadi petualang itu tidak semudah menjadi turis. Ketika menjadi turis, seseorang tinggal mendaftar pada travel agent kemudian tinggal mengikuti jadwal wisata yang telah disusun oleh travel agent tersebut. Berangkat sehat, berwisata nikmat, dan pulang selamat. Sementara seorang petualang harus mampu membuat rencana perjalanan, mengatur pengeluaran, dan selalu siap mengambil keputusan selama perjalanan. Selama perjalanan petualang seringkali mendapatkan kesulitan, masalah, dan resiko-resiko lainnya. Meninggalkan kemapanan yang sebenarnya bisa didapatkan.

Pelajaran untuk menjadi petualang tidak bisa didapatkan dari bangku sekolah. Untuk menjadi petualang diperlukan perjalanan yang seharusnya bisa menambah pengalaman dan pengetahuan seseorang. Mendapatkan ilmu baru, kawan baru, dan pandangan hidup baru. Ya, petualang harus memiliki keberanian dan ketangguhan karena akan selalu akan menghadapi tantangan baru dalam setiap perjalanannya.

Perjalanan yang ditempuh para petualang ini bisa dilakukan dengan berbagai cara, dengan berjalan, menggunakan kendaraan pribadi, atau kendaraan umum dengan berbagai macam tipe dan jenis. Untuk mengakomodasi kebutuhan petualang akan perjalanan-perjalanannya, Daihatsu memperkenalkan “sahabat” bagi petualang-petualang yang akan melangkahkan kakinya ke penjuru bumi. Daihatsu Terios nama sahabat petualang itu.

***

Mengenal Daihatsu Terios
Nama “Terios” berasal dari Bahasa Yunani yang berarti “to make dreams come true” atau membuat mimpi menjadi kenyataan. Terios merupakan adik kandung dari Daihatsu Taruna dan saudara kembar dari mobil tetangga.

132

Daihatsu Terios

Konsep produk Daihatsu Terios adalah Stylish and Adventure yang merupakan kendaraan compact Sport Utility Vehicles (SUV) yang memiliki desain eksterior dan interior yang stylish dan trendy, namun tetap menunjukkan ketangguhannya dalam melakukan petualangan. Oleh karena itu Terios ditujukan untuk orang-orang berjiwa dinamis dan bebas, yang menyukai tantangan.

Sesuai dengan konsep Stylish and Adventure, Terios memiliki ground clearance yang tinggi dan sanggup membawa tujuh penumpang untuk berpetualang dalam mobil yang kekar dan jantan ini. Meskipun tampilannya gagah untuk berpetualang, Terios tetap elegan untuk dipakai keluarga di dalam kota.

Daihatsu mengeluarkan empat varian Terios yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan, yakni tipe TS 1.5 M/T, tipe TS 1.5 A/T, tipe TX 1.5 M/T, dan tipe TX 1.5 A/T. Terios TS sebagai varian standar dipilah menjadi standar dan standar Plus Extra. Varian TX sebagai model mewahnya, ditawarkan dalam transmisi manual dan otomatis.

Yang lebih mengasyikkan pada seri TX, Terios menyertakan roof rail yang sangat bermanfaat bagi para petualang untuk mendapatkan bagasi tambahan di atas mobil. Memang sebenarnya tidak disarankan untuk meletakkan bagasi di atas mobil karena dapat mengganggu aerodinamika mobil dan lama-kelamaan membuat kerusakan pada atap, namun dengan adanya roof rail ini bisa menjadi alternatif untuk tempat pemyimpanan barang cadangan.

***

Terios 7-Wonders
Tentunya berbagai penjelasan itu hanyalah teori di atas kertas apabila tidak dibuktikan secara langsung di lapangan. Untuk membuktikan bahwa Daihatsu Terios memang sahabat petualang, Daihatsu mengadakan rangkaian perjalanan “Terios 7-Wonders” dengan tema “Sumatera Coffee Paradise”.


Terios 7-Wonders merupakan rangkaian acara perjalanan dari Daihatsu sepanjang 3.657 km untuk menjelajahi Pulau Sumatera mulai dari Lampung hingga Nangroe Aceh Darussalam (NAD). Acara ini di samping bertujuan untuk menjelajahi keindahan alam dan budaya Pulau Sumatera, termasuk di dalamnya tujuh surga kopi di Sumatera, juga untuk menjajal tiga mobil Terios Hi-Grade, yakni dua varian Terios TX-AT dan satu varian TX-MT dalam rangka menasbihkan diri sebagai Sahabat Petualang. Sepuluh orang anggota tim dibagi dalam tiga Terios.

Seperti yang diketahui bersama bahwa jalan lintas Sumatera merupakan akses utama untuk menjelajahi Sumatera karena jalur kereta api hanya ada di Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Selatan, dan Lampung sehingga jalan lintas Sumatera merupakan jalur perhubungan darat yang penting. Banyak ruas jalan di Provinsi Sumatera Selatan dan Lampung yang mengalami kerusakan cukup parah, sedangkan di ruas jalan yang menghubungkan antara Bengkulu dan Lampung rawan kejahatan dan longsoran. Di beberapa ruas jalan di Jambi banyak ditemukan binatang liar. Pegunungan yang membentang dari NAD hingga Lampung turut menciptakan kondisi jalanan yang bervariasi, mulai dari jalan lurus tepian pantai hingga kelokan khas pegunungan.

Kondisi seperti ini sangat cocok untuk memacu adrenalin dan menguji ketangguhan mesin Terios. Manuver Terios juga digeber habis dalam lincah menyisip truk-truk super besar yang membawa berbagai macam kebutuhan pokok. Sembari menguji ketangguhan Terios dalam melahap medan yang bervariasi ini, para petualang juga mempunyai misi untuk memperkenalkan tujuh surga kopi di Pulau Sumatera.

Sebenarnya mengenai penamaan 7 Wonders ini selain mengacu pada eksplorasi tujuh lokasi surga kopi di Pulau Sumatera juga merujuk pada tujuh keunggulan Daihatsu Terios yaitu:

  1. The Only 7-Seater SUV. Daihatsu Terios merupakan satu-satunya SUV yang memiliki kapasitas tujuh penumpang. Ruang lega juga mampu dihasilkan ketika kursi belakang dilipat yang menjadi salah satu kelebihan Daihatsu Terios dalam mengakomodasi kebutuhan bagasi.
  2. Easy Access Entertainment – Audio Steering Switch. Daihatsu Terios menyediakan panel audio pada setir kemudi Terios tipe TX untuk memudahkan pengemudi dalam mendapatkan akses hiburan.
  3. Tough Style – Macho Styling. Tampilan yang kekar menawan membuat Daihatsu Terios sangat pas untuk dijadikan sahabat petualang namun masih tetap elegan jika digunakan di jalanan perkotaan.
  4. City Cruiser – High Ground Clearance. Ground clearance yang tinggi membuat Daihatsu Terios mampu menerjang lubang di jalan atau banjir yang sering menggenangi perkotaan.
  5. Easy Handling – Electric Power Steering (EPS). Sistem kemudi tipe Rack & Finion dengan Electric Power Steering membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih hemat dan mobil mudah untuk dikendalikan.
  6. Optimal Comfort – Comfort Suspension. Dengan MacPherson Strut tanpa per keong dan stabilizer untuk suspensi depan serta 5-link, rigid-axle dengan per keong  untuk suspensi belakang memberikan kestabilan berkendara memiliki fungsi menyerap benturan menjadikan perjalanan menyenangkan.
  7. Excellent Strengh – Reliable engine 1.5 DOHC VVT-i. Mesin DOHC 1.494 cc dengan tipe 3SZ-VE DOHC VVT-i berpendingin air yang menjadi tenaga Daihatsu Terios dijamin handal plus irit karena sudah menerapkan mesin VVT-i dan sistem Electronic Fuel Injection (EFI)

Kenyamanan Terios juga semakin lengkap dengan AC Double Blower pada tipe TX yang memberikan kesejukan merata di seluruh kabin.

***

Kondisi Mobil dan Jalanan
Jalanan mulus yang dilalui sepanjang Jakarta hingga Kota Bandar Lampung memberikan kesempatan bagi Daihatsu Terios guna berakselerasi maksimal. Speedometer menunjukkan angka 120 km/jam menjadi kecepatan puncak yang mampu ditempuh selama perjalanan awal ini. Menjelang Kota Bandar Lampung, kecepatan harus diturunkan menjadi 40 km/jam karena padatnya lalu lintas.

Selepas Kota Bandar Lampung, Terios mulai tancap gas lagi untuk melahap tikungan pendek dan tanjakan terjal yang mendominasi jalan lintas Sumatera ini. Memang kontur Pulau Sumatera – dengan pegunungan yang memanjang dari NAD hingga Bandar Lampung – memberikan warna tersendiri di jalur daratnya. Lalu lintas yang sepi dengan pemandangan hutan sepanjang 121 kilometer dari Pagaralam menuju Tebing Tinggi ditempuh selama tiga jam. Bukan waktu yang cepat karena meskipun Terios dirancang untuk melakukan perjalanan berat, namun pengemudinya harus menjaga keamanan dan keselamatan mobil dan penumpangnya. Apalagi jalan yang dilalui tidak begitu lebar dan rute berkelok-kelok. Adanya fitur easy handling – electric power steering memberikan pengalaman menyengankan tersendiri bagi pengemudi Terios.

Lubang jalan yang ditemui selama perjalanan bukan merupakan hambatan berarti karena dengan ground clearance yang tinggi, bodi mobil tidak mudah terperosok pada lubang-lubang ini. Optimal comfort memberikan suspensi yang nyaman dalam melahap jalan bergelombang. Akselerasi tanjakan dan manuver kendaraan dalam menyalip juga mampu dihasilkan oleh mesin 1495 cc milik Terios.

Jalur pantai yang terkenal panas dan tikungan tajam di rute barat trans-Sumatera, tidak menjadi halangan bagi Terios. Kondisi jalanan rusak sepanjang Mandailing Natal hingga Tarutung sempat membuat perjalanan agak terhambat. Namun suspensi Terios yang tangguh memberikan kenyamanan dalam berkendara melalui jalanan tanah berbatu.

Kondisi Jalan Rusak di Tepi Pantai Barat Sumatera

Kondisi Jalan Rusak di Tepi Pantai Barat Sumatera

Agak aneh dan ironis sebenarnya ketika mendapati jalan-jalan di Sumatera ini banyak yang rusak. Belum lagi minimnya jumlah Pom Bensin sepanjang rute pantai barat Sumatera yang cukup menggelikan, mengingat posisi Pulau Sumatera merupakan salah satu “lumbung energi” di Indonesia. Sepertinya pembangunan di negeri ini belum merata hingga ke pelosok. Selama ini hanya kota-kota besar yang menjadi prioritas pembangunan negeri.

Tentu saja petualangan ini bukan tanpa hambatan. Ban bocor karena tertusuk paku saat menuju Bukittinggi, kemudian salah satu Terios yang slip di salah satu tikungan menuju Tarutung karena setir yang tidak mau berbelok. Kecelakaan ini mengingatkan Daihatsu untuk tetap mengembangkan salah satu produk unggulannya ini agar menjadi kendaraan yang semakin tangguh untuk berpetualang. Masalah rem karena disc brake basah bisa menjadi bahan evaluasi Daihatsu dalam melakukan perbaikan Terios-nya.

Di main dealer Daihatsu Medan, Terios sempat dicek untuk memeriksa kondisi dan keadannya. Tidak ada masalah serius sehingga tidak perlu turun mesin, hanya ada beberapa baut yang harus dikencangkan. Ini bukti ketangguhan Terios dalam menghadapi berbagai medan yang bervariasi di Pulau Sumatera.

Pengecekan Kondisi Terios

Pengecekan Kondisi Terios

Pada akhirnya, mobil hanyalah alat dan manusia-lah sebagai pengendalinya yang memiliki peran penting dalam petualangan. Seorang petualang mesti bisa mempersiapkan kondisi kendaraan agar tetap baik dalam melakukan perjalanan.

Mobil Daihatsu Terios di tangan para petualang ini mampu melahap habis medan bervariasi Sumatera dengan aman sampai ke Titik Nol Kilometer!

***

Kondisi Fisik dan Mental
Petualang harus mampu melakukan manajemen diri dalam menjaga kondisi fisik dan mental selama melakukan perjalanan. Inilah yang dilakukan oleh tim Terios 7-Wonders. Asupan makanan dan istirahat yang cukup harus menjadi menu rutin selama perjalanan.

Lebih baik menunda perjalanan untuk memulihkan kesehatan ketimbang memaksakan diri untuk segera sampai ke tujuan. Apalagi ketika tim berpindah dari jalur pegunungan menuju jalur tepi laut di Pantai Bengkulu. Perubahan suhu yang lumayan cepat dan kurangnya istirahat membuat sebagain anggota tim menderita flu. Istirahat semalam di dekat Danau Maninjau merupakan keputusan yang tepat.

Pemulihan stamina dengan istirahat selama dua hari di Kota Medan tentunya juga tidak sia-sia. Di samping mengecek kondisi mobil dan memperbaiki kerusakan yang terjadi pada kecelakaan kecil di Tarutung, tim juga berpartisipasi dalam kegiatan CSR yang dilaksanakan oleh PT. Astra Daihatsu Motor (ADM). Setidaknya istirahat sejenak dari petualangan yang melelahkan tentunya memberikan semangat dan kekuatan baru untuk melanjutkan etape berikutnya melalui Nangroe Aceh Darussalam yang cukup menantang.

Di sini masing-masing anggota tim harus mengendalikan egonya demi kepentingan bersama. Inilah inti dari bertualang bersama sahabat, saat bisa saling menyamakan asa dan rasa guna mencapai tujuan bersama.

***

Kekayaan Alam Indonesia
Selain untuk menguji ketangguhan Daihats Terios, tim Terios 7-Wonders mengemban misi khusus dalam lawatannya ke Pulau Sumatera, yakni memperkenalkan kekayaan alam, sosial, dan budaya yang dimiliki Pulau Sumatera.

Indonesia, Warisan Kopi Dunia
Dulu, ketika almarhum ayah saya masih bekerja di Departemen Transmigrasi dan sering bepergian ke berbagai provinsi di Indonesia-–utamanya di Pulau Sumatera, kopi merupakan salah satu oleh-oleh yang rutin dibawa. Yang paling saya ingat adalah kopi dengan bungkus berwarna oranye dengan logo AAA yang dibawa dari Jambi. Ayah saya memang penyuka kopi. Di dunia, Indonesia menempati urutan keempat terbesar hasil produksi kopi. Kondisi yang wajar dengan lokasi perkebunan kopi yang menyebar mulai dari Pulau Sumatera hingga Papua-–minus Pulau Kalimantan. Jadi saya tidak heran kalau ayah saya seringkali membawa kopi dari setiap perjalanannya.

Dalam petualangannya, tim Terios 7-Wonders juga menyambangi lokasi produsen kopi di Sumatera. Tidak berlebihan ketika Terios 7-Wonders mengangkat tema “Sumatera Coffee Paradise” karena petualangan sangat erat kaitannya dengan kopi. Ya, kopi merupakan teman petualang. Beberapa kali saya pernah bertualang bersama sahabat dan kopi-lah yang menyatukan kami, baik dalam dinginnya kabut gunung atau dalam hembusan ombak laut. Bukan teh apalagi susu.

228

Kopi Lambang Persahabatan

Kopi adalah simbol persahabatan, persaudaraan, kekeluargaan. Warung kopi selalu ramai didatangi orang-orang yang memesan segelas kopi untuk menemani obrolan santai dan ringan hingga diskusi panas. Secangkir kopi adalah aroma persaudaraan di antara masyarakat Indonesia. Dan para petualang Terios 7-Wonders sangat tepat mengusung semangat untuk memperkenalkan kopi Sumatera, khususnya jenis kopi luwak Sumatera.

Dalam petualangannya, kopi menjadi teman yang baik dalam mengakrabkan tim Terios 7-Wonders dengan Bupati Lahat, H. Saifudin Aswari Riva’i. Kopi juga menjadi teman tim Terios 7-Wonders ketika menjalin persahabatan dengan beberapa rekan di daerah lainnya.

Sepanjang perjalanan, Terios 7-Wonders mengeksplorasi tujuh spot produsen kopi sebagai berikut:

a. Kopi Liwa
Kopi Liwa diakui sebagai salah satu kopi paling enak di Indonesia, karena keharuman dan rasanya yang enerjik. Kopi Liwa berasal dari jenis kopi Robusta. Dibandingkan dengan kopi jenis Arabica, Robusta terasa lebih strong. Petani Liwa mengembangkan dua jenis kopi, yakni kopi beraroma gingseng dan kopi beraroma pinang. Sedangkan kopi luwak di Liwa dihasilkan oleh dua jenis musong–sebutan luwak dalam bahasa setempat–yakni Luwak Bulan dan Luwak Pandan yang doyan atau mau makan biji kopi. Kopi luwak di Liwa warna hitamnya lebih muda, lebih kental, dan berat body kopinya. Namun terasa lebih halus saat diteguk. Makanya orang barat menyebutnya lebih syrupy, alias seperti sirup. Aroma karamel dan cokelat langsung terasa di langit-langit mulut dengan rasa pahit yang hampir tidak ada. Ingin tahu kopi Lampung spesial? Carilah kopi Liwa!

b. Kopi Lahat
Konon, kalau sudah merasakan nikmatnya kopi Lahat, kita akan mudah membedakan mana kopi asli dan mana yang bukan. Ya, kopi merupakan salah satu unggulan penghasilan pada sektor perkebunan di kabupaten Lahat. Kopi lahat memiliki aroma yang khas dengan proses pengolahan kopi yang sederhana.

c. Kopi Pagaralam
Pagaralam merupakan salah satu daerah di kaki Gunung Dempo yang berada di Sumatera Selatan. Kontur tanahnya yang bergunung-gunung membuat kopi tumbuh dengan baik di sini. Kopi luwak liar jenis robusta banyak terdapat di Pagaralam. Konon kabarnya, kopi Pagaralam memiliki kenikmatan dan rasanya tidak bisa dilupakan.

d. Kopi Empat Lawang
Empat Lawang yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Lahat juga mewarisi potensi Kabupaten Lahat sebagai penghasil kopi terbaik di Indonesia. Kopi Empat Lawang memiliki ciri khas, yakni kombinasi menarik antara Arabica dan Robusta. Wujud aslinya Robusta tapi aromanya Arabica.

e. Kopi Curup-Kepahiang
Aroma dan rasa kopi Curup-Kepahiang, sangat harum dan enak. Kopi di Curup-Kepahiang didominasi oleh kopi jenis Robusta. Rasanya khas dan ampasnya bisa diseduh kembali.

f. Kopi Mandailing Natal
Kopi Mandailing Natal memiliki jenis Arabica. Rasa tanah dan tembakaunya kuat dengan tingkat keasaman yang rendah. Kopi mandailing memiliki kesamaan dengan kopi-kopi Arabica lainnya yang berasal dari Sumatera. Kopi ini mempunyai ciri khas beraroma harum dan paling kental di dunia. Ada cerita menarik di balik nama Kopi Mandailing Natal ini.

Nama kopi Mandailing awalnya adalah nama kopi yang berasal dari daerah pedalaman di Mandailing yang dikirim ke Pelabuhan Natal. Dari pelabuhan ini kopi dikirim melalui laut menuju pelabuhan di Padang. Jadi, semula, kopi mandailing adalah kopi yang berasal dari Mandailing, tetapi selanjutnya digunakan untuk menyebut nama dagang kopi yang diproduksi dari wilayah itu.”

g. Kopi Takengon
Gayo merupakan penghasil kopi Takengon yang mayoritas berjenis Arabica meskipun kopi jenis Robusta juga dikembangkan pada dataran rendah. Rasa kopi Takengon sangat kental rempah dan cokelat dengan tingkat keasaman ringan sampai rendah. Kopi Arabica dari dataran Tinggi Gayo, telah dikenal dunia karena memiliki citarasa khas dengan ciri utama antara lain aroma dan perisa yang kompleks dan kekentalan yang kuat. International Conference on Coffee Science di Bali, Oktober 2010, menominasikan kopi Dataran Tinggi Gayo ini sebagai the Best No 1, dibanding kopi Arabica yang berasal dari tempat lain.

Kekayaan Alam dan Budaya
Dalam perjalanannya, tim Terios 7-Wonders juga menyempatkan diri mengunjungi lokasi wisata sekaligus beristirahat di sana.

Sembari mengeksplorasi kopi Liwa, tim menikmati perkebunan kopi dan hawa dingin udara sejuk Danau Ranau berlatar Gunung Seminung. Sementara di Lahat, tim mendapatkan penjelasan dari bupati bawha Lahat merupakan kota rancangan Belanda yang sudah ada sejak 130 tahun lalu. Ini dibuktikan dengan berbagai peninggalan Belanda yang ditemukan di Lahat seperti bangunan tua Sekolah Dasar Santo Yosef. Di Pagaralam, tim menyempatkan diri untuk beristirahat di Kawasan Wisata dan Olahraga Pagaralam yang berada di kaki gunung Dempo.

Pantai Panjang di Bengkulu yang letaknya persis di depan hotel tempat tim menginap, menghadirkan daya tarik tersendiri yang sayangnya pada saat tim tinggal di sana cuacanya kurang mendukung.

Rumah Ibu Fatmawati di Bengkulu juga sempat disambangi oleh tim dan berlanjut ke rumah pengasingan Bung Karno di sekitar 1940-an. Sayangnya tim tidak sempat mampir ke dalamnya karena waktu kunjungan sudah habis. Jam Gadang yang menunjukkan waktu telah tengah malam menyapa tim ketika sampai di Bukittinggi. Selanjutnya tim menikmati kesegaran Danau Maninjau dan dalam perjalanan menuju Mandailing Natal sempat singgah sejenak di Ngarai Maninjau. Sementara di Nangroe Aceh Darussalam, tim menyempatkan diri beristirahat di penginapan di pinggir Danau Laut Tawar.

Terakhir, di Tugu “Nol” Kilometer Pualu Sabang, plakat Terios 7-Wonders mendapat tempat tersendiri untuk dipasang guna menunjukkan bahwa ekspedisi ini berhasil dengan sukses.

257

Penyerahan Plakat Terios 7-Wonders

Melintasi berbagai daerah dan bertemu banyak orang tentunya menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kekayaan alam dan budaya yang sangat beragam. Dan tim Terios 7-Wonders dengan sangat baik mendokumentasikannya dalam blog catatan perjalanan yang asyik dan menyenangkan.

Kekayaan Kuliner
Selain mengangkat dan mengeksplorasi produksi kopi di Pulau Sumatera, tim Terios 7-Wonders juga memperkenalkan wisata kuliner selama perjalanan dari Lampung hingga NAD. Di dekat alun-alun Langsa, tim menikmati kopi Aceh dan makan malam di sana. Sate matang dan martabak Aceh menjadi menu utama saat itu. Sebelum kepulangan ke Jakarta, tim juga sempat mencicipi Ayam Tangkap khas Aceh di bandara Sultan Iskandar Muda.

Di Takengon, sahabat baru Terios 7-Wonders, Bambang Wijaya Kusuma, mengajak bersama-sama menikmati masakan Ikan Asem Njing (asem pedes), sebelum melakukan kunjungan langsung ke salah satu kebun kopi peninggalan Belanda di desa Blang Gele.

***

Interaksi Sosial Petualang
Dalam perjalanannya, petualang banyak melakukan interaksi dengan lingkungan sosial dan masyarakat. Hubungan yang jarang dilakukan oleh turis yang berwisata. Di sini tim Terios 7-Wonders mendapatkan banyak pengalaman yang dilematis bahkan kadang ironis dalam kesehariannya.

Permasalahan Sosial
Petualang memiliki kelebihan dalam menjalin interaksi sosial dengan masyarakat yang dikunjunginya. Banyak hal-hal yang luput dari perhatian turis dalam wisatanya. Di sinilah peran petualang dalam mengangkat masalah-masalah sosial yang menjerat masyarakat dan sedapat mungkin menyelesaikannya.

Sebagai contoh, tim Terios 7-Wonders menjumpai adanya masalah pemasaran kopi di Kabupaten Lahat dan Kabupaten Empat Lawang yang banyak dikuasai tengkulak sehingga harga kopi dipermainkan. Akibatnya, banyak petani yang meninggalkan kebun kopi. Sebenarnya ini merupakan masalah yang umum di masyarakat petani, hanya saja sampai sekarang simpul-simpul permasalahan ini masih belum bisa terurai. Tugas petualang di sini mesti bisa memutus rantai tengkulak yang sangat merugikan petani.

Belum lagi kasus pungutan liar yang dijumpai di Kota Pagaralam dan Kawasan Wisata Danau Ranau Liwa. Di Pagaralam, lima lembar karcis total seharga Rp7.500 mesti ditebus dengan uang Rp30.000 yang diminta oleh anak-anak kecil yang terorganisasi. Di Kawasan Wisata Danau Ranau Liwa, uang sebesar Rp44.000 tim Terios 7-Wonders melayang entah masuk ke kantong siapa. Hal-hal semacam ini menjadi penghambat dalam pembangunan pariwisata di daerah. Tentu saja permasalah ini tidak timbul dengan sendirinya. Pengelolaan kawasan wisata yang kurang memberikan keuntungan bagi masyarakat sekitar biasanya menjadi alasan utama sehingga masyarakat melakukan tindakan yang melanggar peraturan. Solusi permasalah ini harus segera dicari agar tidak menghancurkan potensi pariwisata Pulau Sumatera.

Interaksi Budaya
Banyak hal yang bisa dilakukan oleh petualang ketika mengunjungi suatu daerah. Tidak hanya sekadar datang, berwisata, kemudian kembali dengan foto-foto hasil memotret saja. Petualang harus bisa memberikan manfaat bagi daerah yang dikunjunginya.

Terios 7-Wonders selama perjalanannya melintasi Pulau Sumatera banyak memberikan kesan dan pesan bagi masyarakat dan daerah yang dilaluinya. Tim turut berperan serta dalam pembagian bantuan dari Daihatsu kepada lima posyandu dan UMKM di Bengkulu. Di Medan, tim bergabung dengan PT. Astra Daihatsu Motor (ADM) untuk menyerahkan bantuan kepada dua posyandu dan lima UMKM. Aksi sosial semacam ini merupakan tanggung jawab sosial petualang terhadap daerah-daerah yang dikunjunginya selain memberdayakan masyarakat.

208

Bantuan dari Daihatsu

Pada akhir petualangannya, Terios 7-Wonders menyerahkan tiga ekor sapi kepada panitia kurban di Masjd Raya Banda Aceh sebagai wujud syukur dan ucapan terima kasih karena program “Sumatera Coffee Paradise” berhasil dilaksanakan tanpa ada hambatan berarti. Petualangan Terios 7-Wonders memberikan banyak kesan dan pesan di masyarakat karena interaksi dan tanggung jawab masyarakat yang dilaksanakan secara intens dan rutin sejak awal hingga akhir perjalanan.

Sahabat Alam
Petualang harus mampu untuk menempatkan diri dalam kondisi dan situasi apapun, terutama memposisikan diri di masyarakat yang sedang dikunjunginya. Ini merupakan modal penting dalam menjalin komunikasi dan persaudaraan.

Sekali waktu saya dan dua orang teman pernah bertualang ke Pulau Karimun Jawa. Karena keterbatasan materi, kami memutuskan untuk berkemah setibanya di sana. Namun nasib memutuskan lain ketika Syahbandar Karimun Jawa menawari kami untuk menginap gratis di kantornya dengan pegawai Syahbandar lain. Plus makan gratis. Tentu saja kami menerima tawaran ini. Hanya saja tidak semata-mata kami menerima kebaikan ini. Kami harus membalasnya dengan menawarkan berbagai bantuan untuk kegiatan operasional Syahbandar.

Petualang Terios 7-Wonders juga melakukan hal yang sama ketika menjalin komunikasi yang intens dan hangat dengan Bupati Empat Lawang, H. Budi Antoni Aljufri. Tawaran penginapan di rumah dinas “Puri Emass” milik Bupati Empat Lawang merupakan wujud sambutan hangat dari sang tuan rumah. Belum lagi ajakan untuk berkunjung ke pengolahan kopi di Empat Lawang milik Pak Anang Zairi.

Selanjutnya, perkenalan dengan dr. Marlunglung Purba secara tidak sengaja di dekat Alun-Alun Langsa yang membawa salah satu anggota tim untuk berobat di RSUD Langsa. Belum lagi santapan kuliner mie Aceh yang disediakan oleh sahabat dari Banda Aceh. Semua kebaikan ini merupakan timbal balik dari persaudaraan dan kekeluargaan yang ditawarkan oleh petualang.

Ada satu hal yang menarik ketika petualang bertemu sahabat alam ini. Banyak hal-hal unik dan menarik yang hanya bisa ditemui ketika petualang mampu masuk ke dalam komunitas masyarakat setempat.

Pelajaran mengenai pengolahan biji kopi yang diapatkan tim dari M. Khodis, salah seorang penyuluh pertanian di Liwa tentunya memberikan pengalaman baru bagi anggota tim. Bagaimana cara menyajikan kopi yang paling pas, tentu saja menambah pengetahuan dalam dunia kopi. Di salah satu kebun kopi, tim juga mendapatkan pengetahuan mengenai musang luwak yang dipelihara khusus oleh Hidayat alias Sangkut untuk menghasilkan kopi luwak dengan kualitas jempolan.

Terios Melewati Medan Berair

Terios Melewati Medan Berair

Ajakan mencicipi trek light off road Bukit Oregon di Gayo oleh komunitas jip setempat juga hanya bisa didapatkan ketika petualang menjalin komunikasi hangat dengan masyarakat. Di Pagaralam, Nando–salah satu sahabat–mengajak tim Terios 7-Wonders untuk menanjaki medan offroad dengan jalanan yang kecil untuk bersantap siang sederhana di tepi sungai. Kembali ground clearance Terios sangat berperan dalam melahap trek sungai kecil yang merintang.

Info-info unik seputar daerah setempat juga hanya bisa didapatkan dari sahabat-sahabat alam yang ditemui selama perjalanan. Kabar dari sahabat offroader Banda Aceh mengenai jadwal kapal ke Sabang yang ajaib tidak akan didapatkan apabila kita sekadar berwisata dan menikmatinya tanpa menjalin keakraban dengan sahabat alam.

***

Empat belas hari yang dihabiskan dalam melahap etape demi etape dan menjelajahi Pulau Sumatera memberikan banyak pelajaran dan pengalaman baru bagi anggota tim Terios 7-Wonders. Kata seorang sahabat, “Kamu bisa mengenal seorang teman ketika kamu mengajaknya berpetualang karena di situlah fisik dan mental dikuras habis sehingga sifat teman dapat diketahui.” Selama empat belas hari ini tentu saja rasa persaudaraan yang timbul antar sesama anggota tim pastilah tumbuh dengan baik. Kebersamaan petualang diuji, bagaimana untuk mengambil keputusan dengan cepat dan tepat. Belum lagi pertemuan dengan sahabat-sahabat yang dijumpai selama perjalanan ini memberikan kesan dan pesan dalam menjalin persaudaraan dan kekeluargaan yang hangat erat.

Selain itu, waktu yang digunakan sejak tanggal 11 hingga 24 Oktober 2012 berhasil menyelesaikan misi untuk memperkenalkan tujuh spot produsen kopi luwak di Pulau Sumatera. Dengan adanya dokumentasi singkat dalam bentuk blog ini diharapkan kopi luwak yang kini mulai menjadi tren dan gaya hidup bisa semakin dipandang di dunia. Tentu saja perjuangan untuk memperkenalkan kopi luwak seharusnya tidak berhenti di sini. Kopi Indonesia adalah warisan dunia, tugas kita semua untuk melestarikan dan menunjukkannya pada masyarakat luas tentunya dengan memperhatikan kesejahteraan petaninya.

Rute Jakarta (Sunter) – Banten – Bandar Lampung – Liwa – Bengkulu – Painan – Padang – Bukittinggi – Padang Sidempuan – Spirok – Pematang Siantar – Medan – Banda Aceh dan berakhir di Titik Nol Kilometer, Sabang, memberikan banyak rintangan dan tantangan bagi Daihatsu Terios. Dengan berbagai kelebihannya, Terios mampu melahap rute panjang nan melelahkan ini dengan baik meskipun sempat ada insiden kecil. Jarak 3.657 kilometer bukanlah jarak yang pendek dan Terios menunjukkan ketangguhannya dalam pembuktian diri menjadi mobil Sahabat Petualang.

*semua foto diambil dari situs Daihatsu – 7Wonders

Comments»

1. ratna sumirah - November 30, 2012

pertamax!!!!
huye!

2. ratna sumirah - November 30, 2012

pertamax! huye…

3. Pelancong - December 1, 2012

Ahaaa setelah bacabaca ini sy jd kepengen melancong ke sumatra sambil mencicip kopi liwa tapi kok ya sy kebacut syndrom kopi duluan sebelum sempat menikmati 😦 wah jd pgn nyobain kehandalan terios juga kayak apa sbg “sahabat” petualang, asik kayaknya… :mrgreen:

4. airterapikesehatan.web.id - December 24, 2012

petualangan sangat menyenangkan,selain dapat pengetahuan,wawasan,keberanian,tapi juga mendapatkan sahabat baru dalam berpetualang
thank you gan

5. bloggercopast - January 18, 2013

Selamat Kang mas
kontes seo nya

6. theo - February 5, 2013

seorang petualang harus mempunya jiwa pemberani, karena petualang akan selalu menghadapi sesuatu hal yang baru. great article, regards.

GPS Tracking System

7. sangprabo - June 30, 2013

Blog yang bener yang mandra W? blog.superwid.com nggak ditulisin lagi?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: