jump to navigation

Memahami Asuransi dan Hidup yang Penuh Misteri October 30, 2014

Posted by superwid in Konfrensi Pers.
Tags: , ,
trackback

Hidup penuh dengan misteri, apa yang akan terjadi besok, lusa, bahkan lima menit yang akan datang tidak ada yang mengetahui dan bisa tepat memprediksi. Ada banyak kemungkinan yang bisa terjadi, entah itu kemungkinan baik atau kemungkinan buruk. Apabila mendapati sesuatu yang baik maka sudah sepatutnya anugerah tersebut kita syukuri, sementara apabila menghadapi sesuatu yang buruk apakah kita harus merajuk dan mengeluh atas musibah yang terjadi?

Merajuk dan mengeluh ketika musibah menghampiri bukanlah suatu solusi. Musibah harus dihadapi dengan berbagai antisipasi yang telah disiapkan sebelumnya. Salah satu bentuk antisipasi kemungkinan buruk dan musibah yang mungkin menimpa adalah asuransi. Namun jangan salah kaprah dalam memahami asuransi. Asuransi sama sekali tidak mencegah kemungkinan buruk dan musibah terjadi, namun setidaknya mampu memberikan perlindungan dan meminimalisir dampak yang ditimbulkan dari kemungkinan buruk tersebut. Asuransi adalah salah satu bentuk antisipasi dari segi finansial.

Apabila resiko akan tindakan yang dilakukan dan kemungkinan buruk yang mungkin terjadi bisa dikelola dan diperkirakan dengan baik, mungkin saja jenis proteksi seperti ini tidak begitu diperlukan. Namun kebanyakan masyarakat enggan untuk berpikir mengenai pengelolaan resiko dan kemungkinan buruk, dalam arti lain ‘tidak mau ribet’ – terlebih lagi saat menghadapi musibah – sehingga di sinilah asuransi diperlukan untuk membantu.

Sebagai informasi, menurut survei keuangan yang dilakukan Bank Dunia tahun 2009 menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia hanya mengandalkan keluarga dan lingkungan saat musibah melanda. Dan yang lebih mengkhawatirkan lagi 32% masyarakat Indonesia tidak memiliki apapun sebagai persiapan menghadapi resiko atau musibah (Kompas, 18 Oktober 2014). Dari 68% sisanya pun tidak bisa dipastikan semuanya memiliki persiapan – baik dalam bentuk tabungan atau produk lain – yang mampu menjamin masyarakat tersebut dalam menghadapi musibah. Kondisi tanpa persiapan ini tentu saja membuat situasi menjadi kian memprihatinkan manakala tiap terjadi musibah akan berpotensi membuat masyarakat menjadi semakin terpuruk.

Begitu pula dari data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tahun 2012, penetrasi asuransi jiwa di Indonesia hanya sekitar 1,21% dari total populasi (Kompas, 18 Oktober 2014). Ini berarti dari 100 orang penduduk Indonesia, hanya 1,21 orang yang menjadi nasabah asuransi jiwa. Jumlah ini menunjukkan betapa banyaknya penduduk yang belum paham dan belum berani berasuransi entah karena kurang paham atau kurangnya informasi mengenai asuransi.

Asuransi merupakan salah satu bentuk produk finansial guna melengkapi layanan pengelolaan keuangan yang sangat bermanfaat ketika kemungkinan buruk, resiko, dan musibah melanda. Dalam kasus kehidupan bermasyarakat, asuransi berupaya menjaga dan mengamankan aset sekaligus jiwa melalui produk-produk yang ditawarkannya. Tujuan ini sangat penting bagi masyarakat yang mulai merencanakan keuangan dengan harapan mendapatkan kebebasan finansial (financial freedom) di masa depan.

payung

Pentingnya untuk melakukan proteksi terhadap diri dan aset yang dimiliki. Gambar diambil disini

Untuk orang-orang yang mampu merencanakan keuangan dengan baik, bisa jadi ada beberapa hal yang tidak perlu diasuransikan seperti pendidikan dan uang pensiun. Pendidikan anak merupakan hal yang pasti sehingga bisa dipersiapkan sejak dini, entah itu melalui tabungan rencana atau dalam bentuk investasi yang bisa memberikan retur sama atau lebih besar dari inflasi. Begitu pula dengan masa pensiun yang pasti akan dilalui, akan lebih baik jika dana pensiun bisa dipersiapkan sedini mungkin atau dikonversikan dalam bentuk modal bisnis sehingga bisa memberikan pemasukan saat masa pensiun tiba.

Akan tetapi sekali lagi, prinsip pengelolaan dan perencanaan keuangan ini tidak semua orang bisa dan mampu menjalaninya sehingga bagi yang bermasalah dengan disiplin dan kurang memahami investasi salah satu solusinya dengan menabung di produk asuransi.

Asuransi merupakan proteksi atau perlindungan diri. Untuk proteksi jiwa, masyarakat membeli asuransi jiwa guna memberikan jaminan keberlangsungan hidup jiwa-jiwa yang menjadi tanggungan pemegang polis; untuk mempersiapkan pendidikan, masyarakat membeli asuransi pendidikan guna mempersiapkan biaya pendidikan yang semakin hari semakin tinggi; untuk pengamanan atas kendaraan yang rawan celaka di tengah hiruk pikuk lalu lintas kota, masyarakat membeli asuransi kendaraan. Ada banyak jenis asuransi yang tumbuh di masyarakat belakangan ini. Bahkan seiring dengan meningkatnya pemahaman masyarakat akan pentingnya perlindungan diri dan keluarga, ada pula asuransi penyakit kritis yang sering dipadukan dengan asuransi jiwa.

Namun pentingnya asuransi dalam mempersiapkan hidup ini kadang dinodai dengan berbagai anggapan miring mengenai asuransi itu sendiri. Sebagai contoh, adanya oknum agen yang sengaja memanipulasi keawaman nasabah sehingga nasabah hanya diberikan informasi mengenai keuntungan-keuntungan asuransi saja tanpa memberikan batasan-batasan dalam aturan asuransi – yang sebenarnya dituliskan secara rinci dan detail dalam polis asuransi – sehingga saat nasabah mengalami kerugian, asuransi tidak membayar biaya pertanggungan. Akibatnya, muncul stigma bahwa asuransi merupakan produk bodong yang hanya menyedot biaya tanpa memberikan timbal balik yang setara.

Belum lagi adanya oknum agen yang hanya mengejar bonus dan keuntungan semata sehingga menjual produk yang belum dibutuhkan nasabah. Contohnya? Asuransi jiwa. Tidak semua orang membutuhkan asuransi jiwa, prioritas pertama dan yang paling utama adalah tulang punggung keluarga. Posisi tulang punggung keluarga sangat memerlukan asuransi jiwa karena banyak hidup yang bergantung pada tulang punggung keluarga. Saat tulang punggung keluarga sudah dicover oleh asuransi jiwa, bolehlah agen asuransi menawarkan asuransi jiwa untuk anggota keluarga. Jangan sampai sang anak diikutkan asuransi jiwa akan tetapi sang tulang punggung keluarga justru tidak menjadi pesertanya. Bisa-bisa jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan terjadi pada tulang punggung keluarga – seperti meninggal atau cacat tetap, premi asuransi jiwa anak tidak bisa terbayar dan keluarga tidak mendapatkan klaim finansial yang sebenarnya bisa membantu melewati masa berduka.

Kasus-kasus seperti ini seharusnya tidak terjadi apabila agen mampu bertanggung jawab akan pekerjaannya dengan memberikan pandangan dan gambaran akan kebutuhan asuransi yang diperlukan nasabah, bukan menjual produk demi komisi tinggi.

Fungsi asuransi sebagai proteksi nilai finansial semestinya mampu memberikan jaminan perlindungan kepada nasabahnya apabila terjadi resiko atau kemungkinan buruk yang mungkin terjadi dalam hidup sesuai dengan portofolio dan kebutuhan nasabah.

Allianz sebagai salah satu pemain asuransi yang terpercaya di dunia – ditunjukkan dengan menempati posisi 27 pada list Forbess, tertinggi dibandingkan perusahaan asuransi lain – berupaya memberikan solusi asuransi bagi masyarakat Indonesia.

Pembuktian Allianz untuk serius membantu masyarakat Indonesia dalam melakukan proteksi jiwa dan asetnya telah dimulai tahun 1981 ketika pertama kali membuka kantor perwakilan di Indonesia. Selanjutnya ekspansi Allianz diwujudkan dengan membentuk perusahaan asuransi umum PT Asuransi Allianz Utama Indonesia yang didirikan pada tahun 1989. Berselang tujuh tahun, tepatnya tahun 1996, Allianz mulai merambah ke bisnis asuransi jiwa, kesehatan dan dana pensiun dengan mendirikan PT Asuransi Allianz Life Indonesia. Seiring berjalannya waltu, Allianz Indonesia telah memiliki lebih dari 1,200 karyawan. Tenaga penjualan berjumlah 17,000 orang yang tersebar di 93 kantor pemasaran di 46 kota. Jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi yang dikelola dengan baik oleh Allianz Indonesia juga sangat membantu untuk melayani lebih dari 4 juta nasabah tertanggung di Indonesia.

108672_allianz_home_insurance

Untuk asuransi kesehatan, Allianz memberikan batasan rawat inap di kamar seharga Rp 750.000 selama 180 hari, termasuk yang paling tinggi di antara perusahaan asuransi yang lain. Di samping itu Allianz memiliki produk unggulan berupa proteksi penyakit kritis yang menanggung 49 penyakit yang membutuhkan biaya pengobatan besar dan jangka waktu yang relatif lama.

Sebagai perusahaan asuransi, tentu saja Allianz tidak hanya menawarkan asuransi jiwa yang lazim ditawarkan perusahaan asuransi. Allianz juga menawarkan asuransi untuk rumah, mobil, dan perjalanan. Untuk asuransi rumah pertanggungan tidak hanya terbatas pada terbatas pada kebakaran, pencurian atau banjir tetapi juga meliputi gempa bumi, letusan gunung berapi, badai, angin topan, atau tanah longsor. Tentu saja cakupan luas asuransi rumah ini sangat membantu masyarakat Indonesia yang tinggal di atas cincin gunung api dan patahan bumi yang sangat rawan akan bencana alam. Di samping itu Allianz juga akan menanggung beban lain yang terjadi saat bencana, seperti akomodasi untuk sementara. Disadari atau tidak, saat terkena musibah, akomodasi merupakan kebutuhan primer yang harus dipenuhi namun jarang diperhatikan.

Asuransi mobil Allianz (Allianz MobilKu) memberikan rasa aman dan tenang dengan adanya jaminan atas setiap musibah yang tidak terduga datangnya terhadap diri dan kendaraan, selama risiko tersebut dijamin dalam polis. Asuransi ini memberikan perlindungan kepada mobil dan penumpangnya. Dengan kantor pemasaran dan rekanan yang luas tentunya memberikan kemudahan dan kenyamanan berkendara bagi pemegang polis asuransi mobil Allianz.

Para penyuka travelling juga diberikan kemudahan untuk mendapatkan asuransi perjalanan Allianz TravelPro yang bisa dipilih sesuai dengan perjalanan yang direncanakan. Beberapa paket yang ditawarkan berdasarkan kebutuhan pertanggungan dan premi yang harus dibayarkan. Asuransi ini akan memberikan ketenangan total bagi pemegangnya saat menikmati liburan di mana saja dan kapan saja.

Untuk masyarakat yang ingin menerapkan prinsip syariah yang peduli pada nilai spiritual dan kesucian dalam aktivitas ekonomi, Allianz juga memberikan penawaran asuransi syariah yang terbagi dalam beberapa produk unggulan. Premi yang dibayarkan melalui asuransi syariah dipastikan tidak akan disalurkan ke instrumen investasi yang mengandalkan keuntungannya dari kegiatan-kegiatan yang berpotensi menghasilkan riba dan penipuan. Selain itu asuransi syariah Allianz menerapkan prinsip tolong-menolong dimana apabila ada salah satu peserta yang mengalami musibah, maka dana peserta lain akan membantu peserta yang sedang mengalami musibah tersebut. Allianz sebagai pengelola asuransi mendapat upah dari jasa pengelolaan berdasarkan prinsip berbagi resiko (risk sharing).

Terakhir, asuransi bukanlah sesuatu yang buruk sehingga harus dihindari. Bisa jadi asuransi merupakan salah satu solusi untuk mengantisipasi resiko dan kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi dalam hidup. Hanya saja masyarakat harus berusaha lebih untuk memahami dan mempelajari polis asuransi yang diberikan oleh agen asuransi. Pastikan informasi yang detail dan akurat mengenai produk asuransi didapatkan dengan sejelas-jelasnya. Begitu pula agen asuransi semestinya selain bertugas menjual produk asuransi juga harus memberikan pandangan mengenai asuransi apa yang dipandang perlu maupun belum perlu bagi nasabah. Jangan hanya mengejar komisi dan target pribadi sehingga menjerumuskan nasabah ke dalam produk asuransi yang belum perlu dimiliki.

Baca polis asuransi dengan detail, tanyakan apabila ada yang mengganjal. Gambar diambil di sini

Baca polis asuransi dengan detail, tanyakan apabila ada yang mengganjal. Gambar diambil di sini

Asuransi bukanlah masalah suka atau tidak suka, mau atau tidak mau, perlu atau tidak perlu, mampu atau tidak mampu. Asuransi hanya masalah kebijaksanaan.

Ketika kita memiliki rumah, asuransi itu bagaikan tabung pemadam kebakaran, kita persiapkan namun tidak berharap untuk memakainya. Ketika kita membeli mobil, asuransi itu bagaikan ban serep, kita siapkan namun berharap untuk tidak dipasang.

Jika belum punya rumah dan mobil? Ya pertimbangkan masak-masak dulu untuk membeli tabung pemadam kebakaran dan ban serep 🙂

“Mari bersama kita sebarkan semangat dan ciptakan generasi cerdas berasuransi.” – Joachim Wessling

Tulisan ini diikutsertakan dalam Allianz Writing Competition 2014

Advertisements

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: