jump to navigation

Mengurai Kemacetan Ibukota September 5, 2015

Posted by superwid in Uncategorized.
Tags: , , , , ,
trackback

Kemacetan yang jamak terjadi di kota besar, tidak terkecuali di Jakarta, sering dijadikan studi untuk dicari solusinya. Banyak yang disalahkan, seperti pertumbuhan jalan yang tak sebanding dengan kendaraan, kesadaran penggunaan transportasi umum – yang sayangnya tidak dibarengi dengan kualitas dan kuantitas armadanya dan lain sebagainya.

Ada dua tindakan yang bisa dilaksanakan yakni preventif dan kuratif. Tindakan pencegahan dilaksanakan dengan melakukan seleksi yang lebih ketat terhadap pengajuan Surat Ijin Mengemudi (SIM). Untuk mengemudikan kendaraan dibutuhkan kemampuan berpikir yang baik, kesadaran berlalu lintas, dan kematangan emosi. Untuk pengajuan ijin senjata api saja berjibun persyaratan yang harus dipenuhi apalagi untuk kendaraan yang berpotensi mengakibatkan korban yang lebih banyak apabila terjadi kecelakaan? Penambahan tahapan tes psikologi dan wawancara untuk semua tanpa terkecuali mungkin bisa memastikan nantinya pemilik SIM memang benar-benar layak dan punya kesadaran tinggi dalam berlalu lintas.

Selanjutnya untuk tindakan kuratif, rekayasa rambu dan lalu lintas harus ditegaskan. Traffic management untuk jalan dan jam tertentu bisa diterapkan dan evaluasi rutin untuk perbaikan. Penggunaan yellow box junction untuk persimpangan juga bisa diaplikasikan. Namun sebaik apapun traffic management dan rekayasa lalu lintas tanpa dibarengi kesadaran berkendara hanya jadi wacana saja.

Dan lagi, kejujuran dan ketegasan anggota Satlantas juga mesti dibudayakan. Kesalahan berlalu lintas seharusnya tidak sekadar ditilang dan didenda. Pemberian skor yang bisa berujung pada pencabutan SIM sesuai dengan UU Lalu Lintas Jalan Raya mesti diimplementasikan dalam keseharian. Apabila sudah dicabut masih melanggar, silakan dihukum pidana untuk memberi efek jera. Di samping itu tingkatkan sinergi dengan pemerintah dan masyarakat karena kemacetan bukan masalah Polisi semata, namun persoalan kita semua.

Advertisements

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: