jump to navigation

Tamasya di Bogor Kota September 9, 2015

Posted by superwid in Uncategorized.
Tags: , , ,
trackback

Dalam kehidupan berkeluarga, komunikasi merupakan cara terbaik dalam menjalin kedekatan pribadi antara sanak saudara. Komunikasi merupakan salah satu cara untuk menciptakan hubungan yang kuat. Terlebih lagi dalam kehidupan rumah tangga, komunikasi sangat penting untuk menciptakan dan menjaga keharmonisan keluarga.

Komunikasi belakangan ini identik dengan penggunaan teknologi untuk saling terhubung satu sama lain. Di satu sisi memang penggunaan teknologi memudahkan individu-individu yang terpisah jarak untuk tetap bisa berhubungan dengan intens, namun di sisi lain sentuhan dan kebersamaan tetap harus disempatkan. Jangan sampai penggunaan teknologi justru mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat. Dan berlibur bersama kerabat merupakan salah satu cara untuk menghabiskan waktu dengan famili dan membuat anggota keluarga akrab.

Dengan status sebagai suami dan kepala keluarga, sudah menjadi kewajiban saya untuk mencukupi kebutuhan lahir batin semua anggota keluarga. Salah satu konsekuensi untuk memenuhi kebutuhan keluarga, saya harus berada terpisah pulau dengan keluarga untuk mencari nafkah. Kondisi dan lokasi kerja yang berada di remote area tidak memungkinkan mengajak keluarga untuk tinggal bersama. Jadwal kerjanya kelihatannya memang cukup menyenangkan, yakni dua minggu bekerja dan satu minggu berkumpul dengan keluarga. Sisanya hanya bisa bersua lewat suara – yang sebenarnya cukup menyiksa. Jika ditelaah lebih lanjut, dalam satu tahun saya hanya bertemu tatap muka dengan keluarga empat bulan saja sementara delapan bulannya berada di perantauan. Bandingkan apabila kerja normal kantoran lima-dua, minimalnya tiap hari bisa selalu berjumpa.

Beberapa hari yang lalu, via telepon, istri menyatakan ingin mencicipi masakan sea food salah satu warung waralaba. Saya mengiyakan keinginan itu dan mempersilakan jika ingin berangkat bersama saudara mengingat jadwal kepulangan masih lama. Namun istri rela menunggu saya pulang kerja karena ingin sekalian tamasya keluarga. Maka ketika waktu libur kerja tiba, kami rencanakan untuk berkunjung ke salah satu kota tetangga karena warung waralaba tersebut tidak tersedia di kota tempat kami tinggal. Saat ini keluarga menetap di Cianjur, kota transit lama Bandung-Jakarta. Warung waralaba tersebut paling dekat berada di Sukabumi, Bandung atau Bogor. Pada awalnya istri berencana untuk ke Sukabumi saja karena lokasinya yang relatif lebih dekat daripada dua kota lainnya.

“Bagaimana kalau ke Bogor saja, lumayan menyegarkan mata lewat Puncak. Lagipula pilihan wisata di Bogor lebih bervariasi. Bisa mampir ke Taman Safari Cisarua atau ke Kebun Raya,” tawar saya.

Kebun Raya Bogor. Gambar diambil di sini.

Kebun Raya Bogor. Gambar diambil di sini.

Istri menyetujui usul ini dan merencanakan sekalian bervakansi bersama keluarga di Istana Negara untuk memberi makan rusa dan jalan santai di Kebun Raya bersama anak tercinta. Lokasinya yang berada di tengah kota dan harga tiket yang terjangkau oleh semua kalangan menjadi alasan utama. Istri juga ingin mengajak si kecil untuk lebih mengenal berbagai macam binatang di Museum Zoologi karena sebelumnya hanya mengenal kucing, ikan, ayam, dan cicak yang sering dijumpai di sekeliling rumah. Si kecil yang baru bisa berjalan pastinya sangat senang menyusuri jalanan di Kebun Raya dengan sesekali bermain di padang rumputnya sekaligus belajar mengenal satwa di museumnya. Namun liburan yang sudah disusun matang-matang nampaknya tidak bisa berjalan sesuai rencana. Dengan kondisi istri yang tengah hamil muda anak kedua dan anak pertama yang masih balita, banyak rencana yang meleset.

Pagi harinya mobil pinjaman yang disewa harian sudah tersedia. Dari awalnya rencana berangkat jam delapan pagi harus ditunda karena istri yang masih mengalami morning sickness. Ditambah lagi dengan si kecil yang malamnya begadang sehingga paginya agak rewel dan manja. Namun berhubung keinginan istri yang tengah ngidam untuk makan di sea food waralaba harus dilaksanakan, meskipun hari sudah beranjak siang rencana tetap dijalankan.

Untunglah dalam perjalanan si kecil berubah air mukanya menjadi lebih ceria sementara istri mulai kewalahan menghadapi polah si balita.

“Pasti nanti di Kebun Raya, Masnya seneng. Bisa lari-larian sesuka hati. Selama ini bosan di rumah terus. Nggak ada yang ngajakin jalan-jalan,” kata istri melihat si kecil yang bergerak aktif di dalam kendaraan.

Kami tiba di Bogor sekitaran tengah hari sehingga langsung menuju ke salah satu pusat perbelanjaan di sekitaran Kebun Raya. Sembari menunggu istri memesan makanan kesukaan, saya dan si kecil berjalan-jalan. Begitu makanan terhidang dan karena kelaparan, kami makan dengan lahapnya. Si kecil, yang sedang tumbuh gigi susunya, tetap makan dengan porsi yang tidak seberapa dan waktu yang relatif lama. Maklum saja, mungkin gusinya sedang tidak nyaman digunakan untuk mengunyah makanan jadi satu suap makanan disambi jalan-jalan mall satu putaran.

Gambar diambil di sini

Rusa Istana Bogor. Gambar diambil di sini

Alhasil, tandas makan hampir pukul tiga sore harinya. Niat awal untuk melihat rusa dan jalan-jalan di Kebun Raya tidak bisa dipenuhi semua mengingat kami masih harus melakukan perjalanan yang cukup panjang untuk kembali ke Cianjur kota. Paling tidak dengan perjalanan santai butuh waktu dua jam untuk pulang ke rumah. Belum lagi apabila jalur Puncak sedang macet atau padat merayap. Maka dalam perjalanan pulang kami hanya menyempatkan untuk melihat rusa istana dari mobil di kejauhan. Lagipula memaksakan harus berkunjung ke Kebun Raya rasanya kurang bijaksana karena jam tutupnya adalah pukul lima, bisa-bisa sampai rumah kemalaman. Kasihan istri yang tengah hamil plus tidak enak badan dan si kecil yang butuh istirahat untuk pertumbuhan.

“Nanti saja, lain kali kalau ada waktu dan kesempatan kita ke Bogor lagi biar si kecil bisa menikmati Kebun Raya dan puas melihat rusa,” kata saya kepada istri.

Dengan berat hati istri menyetujui. Ya mau bagaimana lagi, rekreasi untuk mengurangi kejenuhan memang dibutuhkan namun kesehatan harus diutamakan. Harus bisa menentukan prioritas yang harus didahulukan. Minimalnya seharian ini kami sudah berkumpul dan jalan-jalan sebagai sebuah keluarga seutuhnya. Bukankah yang paling penting dari liburan adalah momen-momen bersama yang tidak bisa digantikan oleh apa saja.

Nantinya, apabila ada kesempatan lagi untuk liburan di Bogor saya ingin mengajak keluarga untuk berwisata di dalam kota saja. Memberi makan rusa sekaligus menikmati keramaian lingkungan istana. Menikmati sejuk udara dan rimbun hutan tengah kota. Terlebih lagi dengan istri yang saat ini tengah hamil muda dan anak yang aktif berlarian kesana kemari sepertinya lebih menyenangkan untuk menghabiskan waktu dengan bersantai di Kebun Raya. Belajar fauna di museum Zoologi dan flora di Herbarium Bogoriense. Selebihnya cukup wisata kuliner seputaran kota, karena yang terpenting adalah berkumpul bersama dengan keluarga. Menghabiskan waktu dengan bercengkrama.

Disertakan pada “Lomba Blog Piknik itu Penting” dalam rangka Dies Natalis IPB ke 52.

Advertisements

Comments»

1. Nindya Prayastika - October 4, 2015

wah mas, aku yang tinggal di bogor aja ndak pernah jalan-jalan di kota sendiri heheheh… padahal bogr-cianjur tuh jauh loh! mungkin sekarang saatnya saya bertualang di kota 😀

Jauh memang Bogor. Apalagi kalau kena macet pas buka tutup Puncak, tapi fasilitas Bogor emang banyak Mbak. Cianjur semenjak Cipularang aktif kayaknya perkembangannya kurang wusssss wussss

2. Nunung Yuni Anggraeni - October 9, 2015

Krucilsku juga suka jalan-jalan ke museum Zoologi. Piknik ke Bogor memang mengasyikkan

Iya, kota pelarian kota Metropolitan. Kalau buat kami sekeluarga, piknik ke Bogor buat liat perkotaan 😀

3. murtiyarini - October 14, 2015

Ceritanya seru. Terimakasih sudah berpartisipasi dalam lomba. Maaf, pengumuman ditunda tgl 20 Oktober 2015. Goodluck.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: