jump to navigation

Pikiran November 17, 2015

Posted by superwid in Uncategorized.
trackback

Kemarin, waktu saya pulang kampung kondisi badan jadi tidak nyaman. Masuk angin, migrain, dan lain sebagainya. Waktu saya bertemu Lik Pur, dia cerita :

“Suatu hari ada penelitian yang dilaksanakan dengan melibatkan seorang korban yang ditempatkan di ruang tertutup, kedap suara, dan gelap total. Korban diikat erat sehingga tidak bisa bergerak sama sekali. Para peneliti bilang, ‘Sebentar lagi kami akan menyayat urat nadimu.’

Selanjutnya para peneliti benar-benar mengiris urat nadi korban dengan menggunakan bagian tumpul pisau dan kemudian mengalirkan air pelan tepat di bekas goresan pisau tumpul tadi seakan-akan darah mengalir keluar dari urat nadi korban dan menetes ke lantai. Si korban tentunya merasakan sensasi yang sama seakan-akan urat nadinya disayat dan dinginnya air yang dialirkan serasa darah segar meleleh membasahi tubuhnya perlahan-lahan.

Tiga jam kemudian, si korban mati. Padahal tidak ada sayatan urat nadi yang mengakibatkan darah mengucur dari tubuh korban. Tidak ada penyakit atau penyebab fisik yang membuat dia kehilangan nyawa. Kondisi yang diciptakan tadi hanya rekayasa saja. Dari tipuan yang dilakukan para peneliti itu, si korban percaya sehingga selanjutnya otak si korban berpikir bahwa darah benar-benar keluar dari nadinya dan perlahan-lahan pikiran si korban memerintahkan jantung untuk berhenti bekerja.”

Saya serius mendengarkan cerita Lik Pur. Bagaimanapun juga, Lik Pur sudah saya anggap sebagai pengganti Bapak saya, yang telah mencicipi kerasnya dunia dan banyak makan asam garam kehidupan.

“Dulu saya sering takut, bagaimana nanti kalau anak saya sekolah banyak kebutuhannya. Bagaimana besok bisa makan kalau tidak ada pemasukan dari bengkel tempat kerja. Bagaimana ‘kalau, kalau dan kalau’. Padahal itu baru ‘kalau’. Sementara belum tentu kalau saya mati anak istri saya hidupnya sengsara. Semua sudah diatur TUhan, udah ada rejekinya masing-masing. Bisa jadi mereka justru lebih sejahtera. Jadinya karena berpikiran yang tidak-tidak itu kondisi badan saya sering nge-drop,” terang Lik Pur.

Ngerti ora? Kekuatan pikiran itu sangat berbahaya. Jangan sampai pikiran dipenuhi dengan kekuatan negatif yang seringkali justru melemahkan kekuatan manusia. Selalu berpikir positif dan tentu mendekatkan diri sama Tuhan,” kata Lik Pur yang kini nampak semakin sehat setelah beberapa tahun sebelumnya selalu didera penyakit yang kadang tidak masuk akal.

Dulunya Lik Pur sering gering. Sekali waktu ada gangguan pada paru-paru yang menyebabkannya sulit bernafas. Lain kali asam lambung yang meningkat membuat kondisi badannya menurun hingga harus dirawat. Dan terakhir vonis penyumbatan pembuluh darah mengakibatkan Lik Pur harus menginap di ruang perawatan intensif di rumah sakit. Sedikit-sedikit masuk angin, migrain, dan lain sebagainya.

Advertisements

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: