jump to navigation

Advan i5A|5″ 4G LTE, Solusi untuk Badrun yang Tengah Merana April 25, 2016

Posted by superwid in Uncategorized.
Tags: ,
add a comment

Lagi-lagi saya mendapati Badrun sedang gegana: gelisah, galau, merana. Sebenarnya Badrun sudah biasa merana, jadi bukan sekali dua kali saya melihatnya begitu. Namun yang membuatnya berbeda saat ini adalah jadwal merana Badrun berada di luar siklus normalnya. Biasanya begitu mendekati akhir bulan tiba baru tampangnya terlihat murung, sering marah-marah, dan tingkahnya menjadi sedikit lunglai lesu. Katanya, tanggal tua.. Menderita. Cicilan banyak namun kemampuan tiada.

Sudah seminggu saya melihatnya merana, iseng-iseng saya coba bertanya kepada Badrun.

“Drun, kenapa terlihat suntuk sekali. Akhir bulan belum, kemarin juga baru libur kerja. Masih kurang kah ketemu dengan anak sama istri. Kurang puas bertempurnya? Istri lagi halangan?” tanya saya bercanda.

Seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya, saya dan Badrun bekerja di remote area yang mengharuskan kami selalu stand by di lokasi selama dua minggu dengan konsekuensi libur tujuh hari setelahnya. Begitu seterusnya selama lima tahun ke belakang dan tahun-tahun yang akan datang.

“Iya nih, lagi kurang bergairah kurang tenaga,” jawab Badrun sekenanya.
“Kalau kurang gairah kurang tenaga, jangan ragu. Yuk kita makan saja. Semalam saya coba telepon untuk mengajak makan di luar tapi tidak ada tanggapan. Sombong ya sekarang. Pakai gaya-gayaan handphone dimatikan. Apa karena semalam FC Barcelona kalah lagi? Nggak, saya nggak berniat mengabarkan itu. Toh sudah saya bilang kemarin sore kalau nanti malam tidak usah bangun dini hari untuk menonton Barcelona. Tren-nya sedang negatif, mungkin faktor kelelahan dan kejenuhan,” kata saya menganalisa bak seorang pundit sepakbola profesional.
“Bukan begitu kawan, bukan itu yang menyebabkan saya seperti ini. Saya sedang merana oh merana.. Karena handphone tiada ditambah lagi memang karena Barcelona tiada stabil permainannya,” jelas Badrun bermuram durja.

Badrun memang penggemar Barcelona. Hampir tiap pertandingan yang melibatkan kesebelasan asal Catalunya selalu ditontonnya. Badrun lah yang pertama kali mencak-mencak jika siaran televisinya mengalami gangguan ketika Barcelona sedang bermain. Tak tanggung-tanggung, kadang jam dua atau tiga pagi, dia tidak segan menelepon saya. Untuk apa? Memperbaiki siaran televisi di kamarnya. Kebetulan memang saya di sini mengurusi bagian saluran pertelevisian, jadi sudah tanggung jawab saya. Tapi kalau jam dua atau tiga pagi ya kadang mengesalkan. Hehehe…

Namun hampir sebulan ke belakang – dari akhir Maret hingga pertengahan April – tren permainan Barcelona sedang kurang baik. Dalam enam pertandingan, Barcelona hanya menang satu kali, imbang 1 kali dan mengalami kekalahan sampai empat kali. Sang bintang Barcelona Lionel Messi harus paceklik gol selama 515 menit, yang menjadi rekor terpanjang selama karirnya. Pantas jika Badrun agak uring-uringan. Ditambah lagi, dua telepon genggamnya yang sehari-hari dipakainya mengalami musibah.

Badrun bercerita, kemarin sewaktu menyalurkan hobinya memancing di tepian Sungai Musi, secara tidak sengaja handphone yang diletakkan di samping tempat duduk lesehannya di ujung dermaga tersenggol kakinya. Alhasil satu telepon seluler dan satu telepon pintar yang telah menemani hari-hari Badrun suskes loncat indah dengan cantiknya ke dalam pekatnya aliran Sungai Musi.

“Dasar handphone saya tidak bisa berenang, tenggelamlah dia. Kasihan memang, lain kali mestinya saya kursuskan mereka berenang biar kalau kejadian seperti ini lagi bisa aman. Bisa menyelamatkan diri masing-masing,” kata Badrun mulai melantur.

Wajar jika Badrun bicaranya meracau. Handphone sekarang ini sudah tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari Badrun dan tentu saja kita semua. Komunikasi dibuat menjadi semakin mudah dengan adanya telepon genggam, ditambah dengan adanya fitur paket data yang sekarang makin digandrungi oleh semua kalangan dimana pola penyebaran informasi jadi lebih gampang.

Sekarang Badrun menggunakan handphone baru – baru meminjam tepatnya -, pinjaman dari anaknya dengan nomor baru pula. Pantas saja semalam saya menelpon Badrun tidak ada sahutan dan jawaban.

“Saya belum sempat mengurus nomor baru, nanti saja kalau libur telah tiba saya urus di Palembang,” kata Badrun sambil menatap kosong ke arah hutan lebat di kejauhan.

Saya bersimpati pada Badrun. Kasihan. Sudah telepon genggamnya tercebur tidak terselamatkan ditambah dengan kekalahan yang menimpa tim kesayangan. Saya turut berduka cita untuk Badrun.

“Kawan, saya tidak betah lama-lama pakai handphone ini. Kira-kira ada saran tidak baiknya ganti handphone yang macam apa?” tanya Badrun sambil melempar-lempar handphone bertipe candybar yang hanya memiliki fitur telepon dan short message service (SMS).
“Drun, hati-hati. Nanti handphone-nya jatuh, malah rusak juga nanti,” kata saya mencoba memberi nasehat.
“Biarin, biar handphone-nya ganti baru lagi,” katanya.

Saya baru ingat kemarin melihat sebuah iklan perangkat telepon seluler di televisi dengan bintang iklan para pemain FC Barcelona. Karena penasaran, saya sempat mencari informasi dan spesifikasinya di internet.

“Drun, ini saja handphone barunya. Smartphone canggih keluaran Advan,” saya menawarkan sebuah telepon pintar yang iklannya sering muncul di televisi via browser telepon pintar saya. Mudah-mudahan cocok dan berlanjut sampai ke akad jual beli. Siapa tau saya dapat komisi. Kan lumayan, buat tambahan uang jajan.
“Widih.. Handphone apa itu. Baru lihat. Sekarang yang lagi ngetren kan handphone dari negaranya SNSD. Korea punya. Ini produk Advan mana? Kelihatannya bagus,” kata Badrun antusias.
“Bukan kelihatan bagus Drun, tapi memang bagus. Desainnya eksklusif dengan balutan silk touch coating di kedua sisi baik layar dan bagian belakangnya. jadi terasa lembut saat disentuh tanpa mengurangi sensitivitas layar,” jelas saya bak sales promotion telepon selular meskipun tidak ada bayaran yang saya terima. Semata-mata agar Badrun bisa melupakan gundah gulananya dengan segera mendapatkan handphone dengan harga yang ramah kantong namun tetap powerfull.

adcan-glassy

Badrun manggut-manggut. Tertarik pada produk yang saya tawarkan.

“Ini nih, ada pilihan warna white rose gold, cherry rose gold, dan black rose gold. Bahkan handphone ini juga hadir dengan casing belakang berlogo FC Barcelona. Ini handphone Advan i5A|5″ 4G LTE. Khusus untuk varian Advan Barca i5A juga ditawarkan tema Barcelona pada layarnya dengan tampilan antar muka yang menawan. Handphone ini merupakan handphone resmi FC Barcelona di Indonesia,” kembali saya menjelaskan panjang lebar.

Mata Badrun mulai berbinar-binar seakan mendapatkan apa yang telah diimpi-impikannya sejak lama.

design-advan

“Dari tampilannya sih oke banget. Cocok dengan selera saya. Layarnya 5 inchi, pas dengan lebar layar yang saya butuhkan. Jadi kalau lihat dokumen atau foto anak istri tercinta jelas. Enak di genggaman dan terlihat elegan dengan sudut lengkungan. Tapi bagaimana dengan spesifikasinya? Saya kok masih kurang percaya dengan produk lokal,” Badrun ragu. Khawatir apabila handphone incarannya ini hanya bagus casing-nya saja.
“Tenang Drun. Advan ini memang produk lokal namun berkualitas internasional dengan customer service center terbanyak di Indonesia. Rekam jejaknya juga sangat bagus. Berdiri pada tahun 2000 di Jakarta sebagai perusahaan elektronik berbasis teknologi komputer dan seiring berjalannya waktu, Advan terus berkembang dan memasuki segmen komputer. Kini Advan mulai merambah juga ke bisnis perangkat telepon seluler mulai dari smartphone hingga tablet. Jadi tidak perlu diragukan lagi kuailtasnya. Buktinya pada Techlife Innovative Award, Advan mendapat penghargaan sebagai Best Innovative Tablet untuk kategori Nasional Brand pada awal Desember 2012 lalu. Selanjutnya Majalah Marketing mengganjar performa Advan dengan Award Most Recommended Brand 2012,” saya menjelaskan lagi panjang lebar prestasi Advan.
“Jadi ada juga ya produk Indonesia yang kualitasnya bagus,” simpul Badrun.
“Iya Drun, kita harus mencintai produk-produk Indonesia,” saya menimpali sembari menirukan iklan salah satu perusahaan lokal Indonesia.

Ketika Badrun mulai percaya dengan kualitas yang diusung oleh handphone Advan, saya kembali mempresentasikan produk Advan i5A|5″ 4G LTE. Sembari berharap mudah-mudahan tulisan ini bisa menjadi kandidat pemenang Advan i5A/5″ Blogger Competition. Maklum, handphone saya yang sudah dipakai sejak empat tahun lalu ini mulai kewalahan dengan kemajuan teknologi. Kalau menang kan bisa buat menebus Advan i5A|5″ 4G LTE ini. Hehehe…

lomba-blog-advan

“Advan i5A|5” 4G LTE ini diperkuat prosesor quad-core 1.0 GHz, RAM 2GB, pengolah grafis Mali-T720 yang cukup menawan, dan sistem operasi Android 5.1 Lollipop. Jadi sudah terbayang betapa powerfull-nya handphone ini kan? Buat main game CoC kesukaanmu, fitur multitasking, dan pengolahan data dijamin mantap tanpa ada gangguan. Dilengkapi fitur Wi-Fi, GPS teknologi terbaru, dan FM Radio pula. Layar 5 inchi menggunakan panel IPS capacitive touchscreen dengan tampilan 16 juta warna yang cantik dan menawan. Mendukung resolusi HD 720 x 1280 pixels dengan kepadatan layar mencapai 294 ppi yang pastinya akan menyuguhkan layar cemerlang nan memanjakan. Jadi kamu bisa nyaman melihat foto anak istri di handphone kamu, Drun,” saya menjelaskan spesifikasi Advan i5A|5″ 4G LTE.
“Hebat juga handphone ini. Saya pikir buatan lokal pasti kualitasnya jauh di bawah produk luar. Ternyata yang ini beda ya.. Eh tapi kualitas kameranya bagus apa tidak? Jangan-jangan layarnya sudah oke tapi kamera memble,” tanya Badrun.

advan-ram

Benar kata Badrun. Buat apa punya handphone dengan tampilan layar yang bagus tapi kameranya minus? Lagipula sekarang-sekarang ini perangkat handphone sudah mulai menggantikan peran kamera sebagaimana membuat MP3 player mulai terabaikan.

“Santai.. Advan i5A|5” 4G LTE memiliki dynamic camera dengan lensa performa tinggi, dapat menyesuaikan dengan cepat saat mengambil objek yang bergerak dan dalam kondisi cahaya yang berubah-ubah. Lensa belakangnya 13 megapixel dengan fitur LED Flash dan autofocus. Jangan kaget kalau gambarnya jernih dan nampak nyata. Kamera belakangnya juga dilengkapi HDR dengan hasil yang lebih natural dan dapat digunakan untuk merekam video kualitas 1080p @30 fps yang cukup bening. Kapasitas penyimpanannya juga besar, dengan memori internal 16 GB dan memori eksternal yang bisa menampung micro SD Card hingga 32 GB. Jangan khawatir banyak menyimpan foto maupun musik di handphone,” saya mencoba menjelaskan dengan rinci.
“Wah susah kalau mau selfie sama anak istri dong. Kamera belakangnya saja yang bagus,” Badrun cemberut.
“Bisa Drun. Nih lihat spesifikasinya. Kamera depan resolusinya 5 megapixel. Sudah lebih dari cukup untuk menghasilkan foto selfie yang jernih dan memuaskan,” saya menenangkan Badrun agar hobi selfienya tetap bisa terpenuhi.

advan-camera

Melihat spesifikasinya dan menjelaskan pada Badrun, saya kok jadi makin tertarik juga. Mudah-mudahan ada rejeki untuk mencicipi Advan i5A|5″ 4G LTE juga 😀

“Oh satu lagi. Advan i5A|5″ 4G LTE ini mendukung jaringan 4G LTE yang mengantarkan penggunanya berselancar dengan kecepatan LTE Cat4 150/50 Mbps. Super kencang. Jangan khawatir kalau di lokasi kerja kita yang ada di pedalaman ini tidak ada akses 4G, Advan i5A|5” 4G LTE ini punya akses jaringan 3G HSDPA pula. Jadi buat browsing, update media sosial ataupun streaming youtube dijamin lancar car car.. Fitur Dual SIM Card pun ada, jadi dua handphone berisi SIM Card-mu yang tercebur di Sungai Musi itu bisa digunakan di satu handphone canggih ini,” kata saya.

Salah satu yang menjadi ganjalan adalah kapasitas baterai yang sebenarnya cukup yakni 2200 mAh namun akan menguras daya jika koneksi 4G dengan OS Lollipop-nya selalu aktif. Namun di sini pintar-pintarnya kita untuk melakukan manajemen daya. Lagipula sekarang kan ada powerbank yang dijual murah guna menyelamatkan hari kita sehingga handphone bisa selalu siaga. Ya, meskipun baterainya bertipe non removable yang tidak dapat dilepas namun mampu memberikan waktu siaga yang lama.

Salah satu Iklan dan Toko Advan di Palembang Square

Salah satu Iklan dan Toko Advan di Palembang Square

Badrun nampak sangat tertarik dengan produk Advan ini. Namun masih ada satu hal yang mengganjal baginya.

“Harganya berapa? Dari penjelasan yang kamu sampaikan sepertinya harganya bakalan mahal. Lihat saja spesifikasinya yang sangat tinggi, belum lagi jadi handphone resmi FC Barcelona plus mau tanggal tua nih,” tanya Badrun ragu-ragu. Khawatir untuk menebusnya harus merogoh kantong sampai dalam.
“Kalau tidak salah tidak sampai dua juta Drun. Tepatnya satu juta delapan ratus lima puluh ribu rupiah. Sepertinya masih masuk ke anggaran bulananmu. Sudah lekas beli sebelum kehabisan. Kapan lagi merasakan kemewahan handphone lima juta dengan modal dua juta saja,” jawab saya.
“Siap, besok akhir pekan kamu bisa menemani saya ke Palembang kan? Kita beli Advan i5A|5″ 4G LTE edisi Barcelona. Tapi saya pinjam uang dulu ya, gajian pasti dikembalikan. Kalau tidak bisa tunai ya dicicil. 12 bulan, tanpa bunga,” paksa Badrun.

Sekarang gantian saya yang gelisah, galau, dan merana.

Advertisements