jump to navigation

Souvenir Menarik dengan Flashdisk Unik April 29, 2016

Posted by superwid in Uncategorized.
Tags: , , ,
add a comment

Lomba Blog: Inovasi Produk Bersama CustomBagus

Membangun brand/merk bukanlah suatu perkara yang mudah. Sekarang kita bisa mengenali strip atau garis tiga pada perlengkapan olahraga sebagai merk Adidas setelah perusahaan tersebut berdiri lebih dari 50 tahun. Tentu saja sudah banyak biaya yang dikeluarkan oleh Adidas untuk memperkenalkan ciri khas tersebut sebagai representasi Adidas di bidang olahraga. Adidas bermain di lingkungannya sendiri yakni bidang olahraga dengan menjadi sponsor klub maupun pemain olahraga.

Membangun merk juga bisa dilakukan dengan mempromosikan barang yang diproduksi atau jasa yang disediakan. Ketika melihat miniatur alat berat berwarna kuning, maka seketika kita akan mengingat produk-produk dari Caterpillar dan Caterpillar merupakan salah satu pemain besar di industri pertambangan. Juga ketika kita menyaksikan balapan F1, saat menyaksikan livery merah Ferrari dan melihat gambar kerang kuning yang sudah terpasang sejak 20 tahun lalu maka seketika akan terbayang perusahaan minyak Shell yang telah berkontribusi besar pada jasa pelumas dan bahan bakar jet darat. Untuk kasus ini branding dibangun perusahaan tersebut di luar area nyamannya. Tentu saja untuk menempelkan lambang kerang di mobil F1 membutuhkan biaya yang lumayan, juga membuat miniatur alat berat untuk rekanan. Ada dana yang harus dikeluarkan.

Begitu pula kita mengenal logo tiga berlian yang menjadi lambang Mitsubishi dan banteng sebagai simbol mobil mewah Lamborghini. Semuanya dibangun dengan caranya masing-masing.

Dan yang terbaru kita bisa menyaksikan bagaimana Kepolisian melalui ide Komisaris Besar Polisi Krishna Murti berusaha menjadikan Kepolisian sebagai suatu institusi yang membaur di masyarakat dengan mengenalkan tagline Turn Back Crime, lengkap dengan gaya berpakaian yang necis dan gaul. Kepolisian sedang membangun citra terbarunya yang modern, dinamis dan merakyat setelah sebelumnya Kepolisian sangan lekat dan erat dengan beberapa stigma negatif yang cenderung dihindari masyarakat.

Personal branding apalagi company branding bukanlah perkara yang mudah dan gampang. Membutuhkan riset dan analisis mendalam untuk mendapatkan strategi yang tepat guna memperkenalkan suatu merk. Brand dibangun mulai dari ketiadaan hingga mendapatkan tempat tersendiri di masyarakat.

Perusahaan tempat saya bekerja, juga mempunyai cara tersendiri melakukan company branding. Dengan biaya besar tentu saja, yakni dengan menjadi sponsor pembalap F1 Rio Haryanto. Langkah lain tentu saja dengan memasang iklan pada spot tertentu atau di siaran televisi. Semua membutuhkan biaya dan usaha yang tidak sedikit. Sementara kami yang bekerja di kantor lapangan mempunyai cara tersendiri untuk mempromosikan perusahaan kami. Slamet, salah seorang pekerja bagian Kesehatan, Keselamatan Kerja serta Lingkungan (K3L) menjadi pelaku utama dalam mempublikasikannya.

Syahdan beberapa bulan yang lalu, Slamet sedang disibukkan oleh kegiatan audit lingkungan yang dilaksanakan oleh Pengawas Lingkungan Hidup setempat. Banyak data yang harus disiapkan dan dikumpulkan untuk memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Tiap hari Slamet wira-wiri ke setiap fungsi, melakukan wawancara dan meminta dokumen sebagai buktinya. Ditambah juga Slamet rutin melakukan inspeksi lapangan.

“Siap-siap barangkali ada kunjungan dari tim Pengawas Lingkungan Hidup kita sudah siap. Antara data di atas kertas dengan realitas bisa dipertanggungjawabkan,” begitu kata Slamet ketika saya tanyai perihal kesibukannya yang seperti setrika. Mondar-mandir sana sini. Macam kelinci Energizer yang tidak ada matinya berkeliaran sepanjang hari.

Satu hari, Slamet datang ke meja saya. Memang dia rutin berkunjung sekadar menanyakan kabar. Namun kali ini ada embel-embel lain di balik menanyakan kabar.

“Ada flashdisk tidak,” tanya Slamet.
“Wah cocok. Kebetulan sedang habis Met. Terakhir yang minta si Pak Jon, staf K3L juga. Katanya kemarin buat mengirimkan data kemana gitu. Saya kok lupa. Itu flashdisk terakhir kita,” jawab saya.

Saya bekerja di bagian IT. Jadi urusan komputer dan segala tetek bengek yang menyertainya adalah tanggung jawab saya. Termasuk apabila bagian lain memerlukan flashdisk untuk keperluan operasional perusahaan, maka saya harus menyediakannya. Sayangnya, waktu itu stok flashdisk sedang habis sementara flashdisk baru sedang dalam proses pengadaan yang tentunya memerlukan waktu. Padahal Slamet sepertinya butuh cepat.

“Bagaimana nih? Saya butuh cepat untuk pengiriman data ke Pengawas Lingkungan Hidup,” kata Slamet bingung.
“Bagaimana kalau pakai CD apa DVD Met?” tanya saya coba memberikan solusi.
“Nggak sekalian pakai disket saja? Hari gini masih pakai CD?” Slamet protes.

Saya juga jadi bingung. Bukan perkara harga belinya, toh sekarang uang untuk menebus sebuah flashdisk ukuran 16 GB tidak semahal biaya untuk membeli flashdisk ukuran 256 MB sepuluh tahun lalu. Masalahnya lokasi kerja yang berada di tengah hutan ini mengakibatkan sulit untuk mencari perlengkapan IT. Minimarket terdekat saja jaraknya sepuluh kilometer, apalagi toko perlengkapan IT. Mungkin harus berkendara tiga jam menuju kota besar terdekat, Palembang, untuk mendapatkan varian barang yang lengkap.

“Kamu tidak ada flashdisk bekas Met? Kan bisa dipakai dulu,” saya coba memecahkan masalah yang tengah kami hadapi.
“Ada, tapi sudah bulukan. Tidak enak lah, masak flashdisk seperti ini yang diberikan,” kata Slamet sambil menunjukkan flashdisknya yang memang sudah tidak layak pandang.

Seketika Slamet melihat dua miniatur truk tanki warna merah dan biru yang terpajang di meja kerja saya. Diamatinya dengan seksama.

Miinatur Truk Tanki yang Aslinya Flashdisk

Miinatur Truk Tanki yang Aslinya Flashdisk

“Ini apa?” tanya Slamet penasaran.
“Miniatur truk tanki Met. Tapi sebenarnya flashdisk. Lucu kan,” jawab saya.
“Ya sudah ini saja saya minta. Dua-duanya,” pinta Slamet memaksa.
“Lho Met, lha tapi.. Lha nanti..,” saya merajuk.

Dua flashdisk custom dengan balutan silikon berbentuk truk tanki tersebut dulu saya dapatkan di koperasi kantor pusat. Terakhir saya lihat di sana sudah tidak ada. Nampaknya dua flashdisk tersebut produk limited edition. Susah untuk mendapatkannya. Makannya ketika Slamet meminta dua flashdisk tersebut saya ketar-ketir juga.

“Sudah-sudah. Nanti beli lagi. Jangan kayak orang susah,” kata Slamet sambil kabur membawa dua flashdisk kesayangan saya.

Ya sudah, mau bagaimana lagi? Memang sudah kewajiban saya untuk menyediakan flashdisk. Belakangan kedua flasdisk tersebut memang diserahkan Slamet kepada Pengawas Lingkungan Hidup setemat untuk kebutuhan pengumoulan data audit lingkungan yang rutin dilaksanakan tiap tahun. Saya sudah pasrah, tidak mungkin flashdisk kesayangan tersebut kembali pada saya.

Beberapa minggu kemudian ada kunjungan dari Pengawas Lingkungan Hidup untuk melakukan pengecekan lapangan dan Slamet yang menjadi tuan rumahnya. Nampaknya semua berjalan lancar ketika tiba-tiba Slamet datang kembali ke ruangan saya. Setiap Slamet berkunjung pasti ada saja yang dia minta, kehadirannya biasanya hanya menghasilkan lapar dan dahaga, membuat saya tersiksa.

“Ada flashdisk lagi nggak?” tanya Slamet.
“Banyak Met, mau yang berapa kapasitasnya? 16? 32? 64? Sekarang saya punya banyak. Mau minta berapapun akan saya berikan. Asal jangan lebih dari dua saja. Hehehe..,” tawar saya pada Slamet.

Kebetulan stok flashdisk baru saja dikirimkan dari bagian pengadaan. Proses pembeliannya sudah selesai jadi stok IT sedang banyak-banyaknya. Kalau sedang banyak begini, pelit tiada gunanya.

“Yang mana saja, mau yang truk tanki biru apa merah terserah. Minta empat ya,” kata Slamet.
“Wah Met, kalau itu kan kemarin sudah saya bilang cuma ada dua. Itupun kamu ambil semua tanpa sepersetujuan saya. Sekarang ya habis, tiada. Kalau yang biasa banyak nih flashdisknya,” kata saya sambil menunjukkan flashdisk stok IT.

Flashdisk yang Tersembunyi Di Balik Kepala Truk

Flashdisk yang Tersembunyi Di Balik Kepala Truk

Slamet bercerita kalau ada empat orang Pengawas Lingkungan Hidup yang datang berkunjung. Sesuai prosedur perusahaan, setiap tamu yang berkunjung dari instansi pemerintahan akan mendapatkan souvenir yang biasanya berisi tas, kaos, dan oleh-oleh makanan khas binaan perusahaan. Jika diuangkan, nominalnya lumayan. Lebih besar daripada harga flashdisk. Namun tamu yang datang kali ini menanyakan flashdisk truk tanki yang dulu pernah dikirimkan Slamet kepada salah seorang Pengawas Lingkungan Hidup. Diganti flashdisk lain dengan kapasitas yang lebih besar pun mereka menolaknya. Kalaupun ada mereka akan membeli dengan sukarela. Makannya Slamet bertanya pada saya.

Katanya, “Kali ini saya bayar.”

Tapi ya apa mau dikata, memang saya sudah tidak punya. Di koperasi kantor pusat, tempat saya dulu membelinya juga sudah tidak memproduksi lagi.

“Wah saya jadi tidak enak,” kata Slamet yang kembali beranjangsana ke ruangan saya setelah tamunya dari Pengawas Lingkungan Hidup pulang.
“Kenapa memangnya,” saya bertanya.
“Ya itu tadi, masalah flashdisk. Kata mereka, flashdisknya unik jadinya pada ingin punya. Selain itu waktu pengumpulan data kemarin mereka jadi tidak kesulitan untuk menentukan flashdisk mana yang dari perusahaan kita. Ya karena flashdisk yang kita berikan unik serta menarik. Tidak ada yang menyamai,” kata Slamet.
“Kalau gitu bikin saja,” saran saya pada Slamet.
“Memangnya bisa?” Slamet penasaran.
“Kenapa tidak bisa?”

Situs CustomBagus.com

Situs CustomBagus.com

Lantas saya membuka situs CustomBagus dimana di sini ditawarkan banyak produk unik yang bisa dipesan untuk dijadikan souvenir unik dan menarik. Souvenir yang nantinya bisa membangun brand/merk yang tentu saja bisa menjadi ciri khas suatu perusahaan. Di CustomBagus tersedia lebih dari 100 produk yang bisa dipilih untuk souvenir, mulai dari mug, kaos, kalender hingga flashdisk bahkan case handphone dengan desain khusus. Harganya kompetitif dengan kualitas produk yang bergaransi. Plus ada promo gratis ongkos kirim ke seluruh Indonesia untuk pemesanan dengan nominal tertentu yang berlaku hingga 30 Juni 2016.

Mendengar penjelasan dan membuka situs CustomBagus menjadikan Slamet semakin tertarik untuk melakukan pemesanan souvenir di CustomBagus. Namun sepertinya ada yang menjadi ganjalan di pikiran Slamet.

“Tapi bagaimana desainnya ya? Kebetulan saya tidak jago untuk membuat desain,” Slamet was-was.
“Tenang saja Met. Di CustomBagus tersedia jasa desain dan konsultasi untuk pembuatan desainnya. Kebetulan nih saya ada foto flashdisk yang kemarin kamu ambil. Tinggal kita kirim saja kepada mereka, nanti kita tunggu bagaimana kelanjutannya. Sudah jaman serba digital gini ngapain harus susah? Respon dan pelayanannya juga sangat memuaskan. Kemarin saya juga sempat iseng mencari harga pembandingnya, barangkali ada yang lebih murah. Namun di CustomBagus lah yang paling murah dengan kualitas yang mewah. Oh iya kita juga bisa pesan powerbank dengan cover yang sama lho. Saran saya sih souvenir perusahaan di samping unik dan menarik juga harus mempunyai kegunaan. Jadi selalu dipakai dan membuat orang selalu ingat akan perusahaan kita,” jelas saya pada Slamet.
“Ribet apa tidak ya bikinnya. Biasanya suka susah dan lama. Nanti sudah pesan mahal-mahal ternyata tidak sesuai dengan permintaan kita,” Slamet was-was.
“Met, di CustomBagus ada beberapa tahapan dalam pembuatan souvenir yang memastikan kita tidak kecewa dengan hasilnya. Untuk pembuatan flashdisk custom ada tiga tahapan yakni Tahap 1 – Desain Awal. Desain berupa gambar beserta spesifikasi, seperti kapasitas flashdisk, jumlah pesanan, warna, dan ukuran. Jika desain disetujui, CustomBagus akan membuat 1 sample atau miniatur desain dalam bentuk 3D. Proses ini memakan waktu setidaknya 3 hari kerja sejak desain disetujui. Selanjutnya Tahap 2 – Sampling yakni jika sample yang dibuat sudah disetujui, maka flashdisk custom mulai diproduksi. Jika sample yang dibuat tidak disetujui, maka akan dibuatkan sample terbaru sesuai revisi yang diberikan. Proses ini memakan waktu setidaknya 3 hari kerja sejak desain direvisi. Dan terakhir Tahap 3 – Produksi. Setelah sample disetujui dan tidak ada revisi lagi, selanjutnya masuk tahap produksi. Proses produksi memakan waktu setidaknya 10 hari kerja setelah sample disetujui. Waktu pengerjaan tergantung dari kerumitan dan jumlah flashdisk custom yang dipesan. Penentuan harga dilakukan pada Tahap 1. Harga setiap flashdisk custom bervariasi tergantung pada spesifikasi dan jumlah pesanan,” jelas saya.

Flashdisk Custom Unik dari CustomBagus

Flashdisk Custom Unik dari CustomBagus

Slamet makin tertarik. Dengan segala kemudahan yang diberikan CustomBagus nampaknya Slamet tidak perlu repot-repot untuk memikirkan souvenir yang unik dan menarik guna meningkatkan company branding perusahaan kami. Nantinya dia akan mengusulkan kepada atasannya untuk membuat souvenir baru selain yang sudah tersedia sebelumnya, yakni kaos dan tas yang sudah terlalu umum dan kurang eye catching.

“Nih Met, kalau mau datang kamu bisa berkunjung ke showroom-nya di Jl. Muwardi II No. 18 Grogol, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Tapi di jaman serba canggih gini kayaknya kita tidak perlu ke sana. Bisa komunikasi via telepon di 081317716050 atau 021-5645855. Email juga ada di info@custombagus.com. Gampang kan, tinggal pilih mana yang enak,” saya menjelaskan kemudahan bekerjasama dengan CustomBagus.

Souvenir yang berkesan tidak harus mahal namun semestinya bisa meninggalkan kesan mendalam bagi para penerimanya dan CustomBagus memberikan solusi kemudahan untuk membantu pembuatannya.

Advertisements